Aceh, SUARA PEMBARUAN - Puluhan ribu jiwa di Sumatera masih berjuang bangkit setelah banjir dan longsor melanda awal Januari 2026. Data BNPB mencatat lebih dari 12.500 orang terdampak, dengan kerugian ekonomi mencapai Rp 85 miliar akibat rusaknya rumah, lahan pertanian, dan fasilitas umum. Sektor UMKM pun terpukul, terutama kuliner dan jasa, yang omzetnya turun hingga 70 persen.
Di tengah kondisi tersebut, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney hadir melalui program InJourney Care. Bantuan yang digulirkan tidak hanya berupa logistik, tetapi juga dukungan ekonomi dan sosial. “Pemulihan warga adalah prioritas kami. Bantuan tidak berhenti pada fase darurat, melainkan berlanjut pada pemulihan ekonomi, kesehatan, dan lingkungan,” tegas Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman dalam keterangan tertulisanya.
Dalam seremoni di Aceh Tamiang, Desa Bedari menerima perahu nelayan sebagai simbol dukungan. Perahu ini diharapkan memulihkan mobilitas warga dan aktivitas sekolah yang sempat lumpuh akibat banjir. Tak berhenti di situ, InJourney juga menyalurkan oven, mixer, hingga alat doorsmeer kepada pelaku UMKM agar roda usaha kembali berputar.
Sejak bencana melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, InJourney telah mengirim empat ton logistik, mengerahkan 44 relawan, serta mendukung 24 UMKM. Relawan turut membersihkan fasilitas umum dan merevitalisasi 24 sumur warga yang tertutup lumpur. Kini, sumur-sumur tersebut kembali menjadi sumber air bersih yang sangat vital bagi masyarakat.
Selain itu, layanan kesehatan dasar, pemeriksaan gratis, dan pendampingan psikososial bagi anak-anak serta keluarga juga diberikan. Program trauma healing diharapkan mampu membantu masyarakat pulih secara mental setelah menghadapi bencana.
Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan mitra lokal, InJourney memastikan setiap bantuan tepat sasaran. “Kami ingin percepatan pemulihan sosial dan ekonomi warga benar-benar terwujud, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan produktif,” tutup Herdy Harman.