Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Menyambut liburan akhir tahun yang identik dengan lonjakan wisatawan, pengelola destinasi wisata Candi Prambanan menegaskan komitmen menjaga kualitas pariwisata melalui kenyamanan dan keamanan pengunjung.
Direktur Komersial InJourney Destination Management (IDM), Gistang Richard Panutur, dalam jumpa pers di Candi Prambanan, Senin (22/12/2025), menyebutkan ada tiga langkah utama yang dilakukan untuk menghadapi high season. Fokusnya bukan sekadar menghadirkan pengalaman berwisata, tetapi juga memberikan makna lebih bagi pengunjung.
Tahun ini, IDM mengusung tema “Hadiah Warisan Budaya”, sebuah konsep yang menekankan bahwa setiap kunjungan ke destinasi wisata adalah cerita penuh makna yang bisa dibawa pulang. Momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang identik dengan pemberian hadiah dijadikan inspirasi untuk menghadirkan “hadiah” berupa pengalaman unik di berbagai destinasi, baik bagi wisatawan individu maupun keluarga.
“Hadiah yang kami berikan bukan sekadar benda, melainkan pengalaman berharga yang sarat wawasan budaya,” ujar Gistang.
Rangkaian kegiatan yang ditawarkan meliputi kuliner, aktivitas keluarga, hingga seni dan musik. Salah satu yang paling ditunggu adalah Pasar Medang, festival kuliner yang menghadirkan cita rasa khas Jogja sekaligus mendukung UMKM lokal. Selain itu, wisatawan dapat mengikuti Dolan Prambanan, aktivitas keluarga yang memperkenalkan permainan tradisional Indonesia kepada anak-anak, sarat nilai kebersamaan dan budaya.
Puncak perayaan akhir tahun akan berlangsung pada malam pergantian tahun, 31 Desember, melalui acara Swara Prambanan yang kini memasuki edisi ketiga. Tahun lalu, acara ini bahkan masuk dalam daftar Best Place Fireworks versi New York Times.
Namun berbeda dari tahun sebelumnya, IDM memutuskan untuk meniadakan pesta kembang api. Keputusan ini diambil sebagai bentuk solidaritas dan empati terhadap masyarakat di berbagai daerah Indonesia yang tengah dilanda bencana dan kedukaan.
“Pergantian tahun kali ini kami isi dengan momen yang lebih bermakna. Bukan sekadar pesta, tetapi kesempatan untuk berempati, berdoa, dan berbagi harapan bersama,” jelas Gistang.
IDM menegaskan bahwa wisata bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang refleksi budaya dan solidaritas. Dengan tema “Hadiah Warisan Budaya”, setiap aktivitas menjadi simbol bahwa perjalanan wisata bisa menjadi hadiah penuh makna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas.
CEO Gold Life Indonesia, Fakih Mulyawan, menambahkan komitmen kolaborasi dengan InJourney dalam menghadirkan acara tahunan Swara Prambanan dan Dolan Ria Prambanan. Tahun ini menjadi edisi ketiga Swara Prambanan dan edisi kedua Dolan Ria.
“Pertunjukan yang kami hadirkan bukan sekadar hiburan musik, tetapi juga sarat makna budaya. Kami ingin pengunjung merasakan kekayaan tradisi sekaligus atmosfer perayaan akhir tahun,” ujarnya.
Berbeda dari tahun sebelumnya, Dolan Ria Prambanan kali ini digabungkan dengan rangkaian Swara Prambanan. Dimulai sejak 25 Desember hingga 31 Desember, pengunjung dapat menikmati festival kuliner Pasar Medang, permainan keluarga, instalasi budaya, hingga pertunjukan seni.
“Dolan Ria bukan hanya wahana permainan, tetapi juga upaya melestarikan permainan tradisional Indonesia. Sejalan dengan tema tahun ini, Hadiah Warisan Budaya adalah Cerita Penuh Makna, kami ingin pengunjung merasakan kembali akar budaya yang sering terlupakan,” jelas Fakih.
Tahun ini, dengan tema besar “Merayakan Akhir Senja di Akhir Tahun”, Swara Prambanan juga bekerja sama dengan Human Initiative untuk menghadirkan momen empati bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Artikel Terkait
Dari Sayur Lodeh hingga Grounding: Filosofi Wellness GKR Bendara di Malioboro Culture Vibes 2025
Batik Putra Boko: Simbol Pemberdayaan UMKM dan Identitas Budaya Prambanan
IDM Dorong UMKM Prambanan Naik Kelas Lewat Program Ambara Budaya
Jejak Peradaban Keraton Yogyakarta, Menjawab Tantangan Budaya Masa Kini
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X Resmikan Pameran Karya Alex Pracoyo “Ojo Urik”, Seni Melawan Kecurangan Kecil