Semarang, SUARA PEMBARUAN - Direktur Utama PT Jasa Raharja menyampaikan apresiasi tinggi terhadap program tata kelola kendaraan yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Jawa Tengah dinilai berhasil menjalankan kebijakan yang efektif dan menjadi salah satu provinsi percontohan dalam hal pengelolaan kendaraan bermotor.Baca Juga: Sabtu Vigili dan Paskah: Kebangkitan Kristus dari Alam Maut
Apresiasi ini disampaikan dalam kunjungan Direktur Utama PT Jasa Raharja ke kediaman Gubernur Jawa Tengah pada Minggu (20/4/2025) malam. Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah program yang telah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, serta rencana percepatan sinergi program-program antara Jasa Raharja dan Pemprov Jateng ke depan.Baca Juga: Jumat Agung dan Karya Penebusan Yesus Kristus di Kayu Salib
"Beliau akan melakukan sosialisasi terkait Jasa Raharja, kemudian melakukan pantauan terkait penghapusan pajak kendaraan kemarin. Tapi yang lebih utama, asuransi laka lantas yang bisa ditanggung Jasa Raharja. Apakah itu layak dinaikkan atau tidak, nanti akan melakukan survei di wilayah kita," katanya usai pertemuan.Baca Juga: Baru Terpilih Jadi Ketua Umum, Mentan Amran Langsung Bangun Sekolah Unggulan KKSS
Luthfi menjelaskan, beberapa hal yang perlu ditingkatkan bersama terkait akselerasi program yang ada, baik program Pemprov, kabupaten/kota, maupun Jasa Raharja. Khusus untuk asuransi Jasa Raharja bagi korban kecelakaan perlu disosialisasikan lagi kepada masyarakat.Baca Juga: Wali Kota Bengkulu Launching Aplikasi PADEK Bayar PBB
"Pertama, pelayanan sudah cepat. Kedua, tarif ya. Makanya mereka mau survei di tempat kita biar coveran Jasa Raharja lebih efektif kepada masyarakat yang tertanggung. Itu yang paling pokok dibahas," jelasnya.
Kepala Bapenda Provinsi Jawa Tengah, Nadi Santoso mengatakan, pembahasan yang dimaksud lebih banyak pada database. Hal ini berhubungan dengan program pemutihan pajak kendaraan. Gubernur Ahmad Luthfi berharap dengan program itu akan memperbaiki database yang terkait Samsat.Baca Juga: Wali Kota Dedy Wahyudi Turun Langsung Bersihkan Sampah di Pantai Panjang Bengkulu
"Sampai kemarin (Sabtu, 19 April 2025), objek pajak yang sudah memanfaatkan program ini kurang lebih 253.409 dengan nilai Rp 61,9 miliar yang menjadi penerimaan PAD kita. Program ini seperti tujuan awal, di samping meringankan wajib pajak juga memperbaiki database," jelasnya.
Dirut PT Jasa Raharja Rivan Achmad Purwantono mengatakan sejumlah program yang dimiliki Pemprov Jateng telah menjadi percontohan nasional. Misalnya tentang tata kelola kendaraan yang sudah bagus, kemudian program pemutihan pajak yang mengedepankan registrasi kendaraan.Baca Juga: Kementan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Brigade Pangan
"Hari ini membahas beberapa program. Pertama program registrasi tentang kendaraan, program pemutihan yang sekarang dijalankan, kemudian program Sengkuyung yang sudah dijalankan. Apresiasi terhadap Gubernur yang sangat peduli dalam hal ini. Jawa Tengah dijadikan percontohan tata kelola kendaraan," ujarnya.Baca Juga: Wijayanto, Ph.D : Media dan UNDIP Harus Berkolaborasi Jalankan Fungsi Profetik, Karena Punya Misi Sama-sama Menyuarakan Kebenaran
Selain itu, pembahasan utama juga terkait santunan dan perlindungan apa saja yang diperlukan masyarakat. Juga bagaimana agar masyarakat memahami santunan dan perlindungan dasar pada saat masyarakat mengalami kecelakaan lalu lintas. Jasa Raharja dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan yang juga hadir dalam pertemuan itu mencoba meminta saran dari pemerintah provinsi.Baca Juga: Promedia Teknologi Indonesia Gelar Halal Bihalal Idul Fitri 2025, Agus Zoelist: Mari Jaga Kekompakan!
"Tadi pesan Gubernur agar disosialisasikan kembali tentang masyarakat yang mengalami kecelakaan agar dapat memahami. Walaupun sekarang pelayanan sudah cepat tetapi tetap perlu disampaikan kepada masyarakat, bagaimana pelayanan dan pengajuan santunan terhadap masyarakat yang mengalami kecelakaan. Nanti akan didukung oleh kabupaten/kota untuk mengkomunikasikan kepada masyarakat," katanya.*