“Menjadi paroki membangun diri sebagai tubuh Kristus. maka pembangunan fisik akan menyertai selain pembangunan rohani,” tandasnya.
“Kita bersyukur karena telah terberkati oleh Roh Kudus, menjadi tugas perutusan kita membawa kabar baik bagi orang miskin, perhatian, sapaan, bantuan. Kabar baik bagi orang tawanan, dilepaskan dari belenggu kehidupan,” paparnya.Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Raih Tujuh Penghargaan Dalam Ajang Indonesia Green Awards (IGA) 2025
Mampu mewartakan kabar baik bagi mereka yang tertindas, termasuk penindasan karena konflik dalam keluarga.
“Menjadi paroki harus hadir secara nyata, memberi kontribusi bagi masyarakat sekitar, dimana kita berada,” tegasnya lagi.Baca Juga: Peringati Bulan K3, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Gelar Sosialisasi Kebencanaan di Sekolah Dasar Gorontalo
“Umat gereja ada 2.684 orang. Jumlah yang tidak sedikit, dan oleh Tuhan diberikan rahmat dan karunia untuk berkontribusi bagi gereja,” imbuhnya.
Romo Bondan menyatakan bersyukur karena di hari penetapan, lahir pula dua lagu, yakni Doa Bapa Kami MBA dan Terang Ilahi.Baca Juga: Pemprov Persiapkan Rencana Pelantikan Gubernur dan Wagub Bengkulu Terpilih Helmi Hasan-Mian
“Maturnuwun Bapa Uskup atas izinnya untuk lagu Doa Bapa Kami MBA ini,” ungkapnya.
Romo Widyo Raharjo MSF dari Paroki Santo Paulus Sendangguwo mengaku lega karena paroki Santa Maria Bunda Allah telah menjadi paroki mandiri.Baca Juga: FIFA: Marselino Bikin Mimpi Indonesia ke Piala Dunia Jadi Nyata
“Lega karena paroki ini telah mandiri, telah disapih (dilepaskan) dari Paroki Sendangguwo. Tugas kami berikutnya, melahirkan paroki-paroki baru,” ujarnya.
Wali Kota Semarang terpilih, Agustina Wilujeng Pramestuti yang hadir menyampaikan selamat atas penetapan paroki MBA.Baca Juga: Dewan Pers Luncurkan Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik
“Wah, namanya mirip kaya gelar S2 dari luar negeri,” ujarnya.
Keberadaan gereja MBA yang berada di tengah-tengah pemukiman penduduk, kata Agustin, menjadi bukti bahwa Kota Semarang adalah kota yang sangat toleran. Tak putus harapan bahwa Pancasila masih ada.Baca Juga: Dokter dan Influencer Ngaku Wajahnya Bopeng karena Rawat Pasien COVID-19, Masak Sih?
Agustin berharap bahwa bangunan gereja bukan bangunan fisiknya saja, tapi harus dapat memancarkan kasih dan cintanya bagi masyarakat di sekitarnya.
Dia juga secara khusus menyampaikan terima kasih bagi umat Kristen di Kota Semarang yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya sehingga terpilih menjadi walikota.Baca Juga: Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman saat Libur Panjang
Artikel Terkait
Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko: Buktikan dengan Iman Harapan dan Kasih
Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Persiapan Natal 2024 di Gereja Bethany Surabaya
Kapolda Jateng Tinjau Pos Pelayanan Nataru di Gereja Atmodirono dan Stasiun Tawang Kota Semarang
Pelaksanaan Ibadah Natal di Sejumlah Gereja di Bengkulu Berlangsung Hidmat dan Lancar
Kunjungi Dua Gereja, Nana Sudjana : Ibadah Misa Natal Berjalan Lancar dan Aman