Tekad Wujudkan Pemerintahan Bersih dan Korupsi, Prabowo : Saya Ditertawakan dan Diejek

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 5 Desember 2024 | 08:41 WIB
Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto

Kupang, SUARA PEMBARUAN - Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa dirinya sadar dengan berbagai ejekan dari beberapa pihak kepada dirinya ketika ia memiliki kehendak untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi.Baca Juga: Kerjasama Penyediaan Pasokan Gas Bumi, PGN dan BGN Dukung Program Makan Bergizi Gratis

"Ini tidak gampang, ini sangat sulit. Bahkan saya ditertawakan, saya diejek. Tapi saya sudah biasa diejek, 'Mana mungkin menghilangkan korupsi di Indonesia? Mana mungkin menghilangkan kemiskinan? Mana mungkin menghilangkan kelaparan?" katanya saat Pembukaan Sidang Tanwir dan Resepsi Milad Muhammadiyah ke-112 di Kupang, NTT, Rabu (4/12).Baca Juga: Produksi Pangan Naik, Prabowo Harap RI Tak Impor Beras Tahun 2025

Ia menuturkan, bukan hanya upaya menghilangkan korupsi yang ditertawakan, melainkan juga program lainnya salah satunya makan bergizi gratis untuk anak sekolah. Bahkan sempat ada ancaman terhadap pasar keuangan dan mata uang rupiah.

"Di hari-hari pertama saya luncurkan gagasan makan bergizi, sudah muncul (ancaman), saya mengerti. Saya ini cukup lama jadi orang Indonesia. Saya mengerti ada ancaman terbuka dan ancaman halus. Ada senjata yang terbuka (seperti) senapan meriam. Tapi sebelumnya ada senjata-senjata lain, senjata psikologis, adu domba, fitnah, hoaks," jelasnya.Baca Juga: Usai Resmi Cerai, Asri Welas Bilang: Jangan Ditiru Ya!

Kendati demikian, Prabowo menegaskan bahwa ia tidak khawatir dengan berbagai cercaan tersebut.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk belajar dari sejarah di mana pemerintah yang korup tidak dapat membawa kemakmuran kepada rakyat. Oleh sebab itu, seluruh pihak harus terus berjuang bersama demi mewujudkan hal tersebut.Baca Juga: 4 Fakta Kontroversi Gus Miftah Sebut 'Goblok' ke Penjual Es Teh Bakul Tuai Kecaman Publik

“Saya yakin kita mampu [tumbuh ekonominya] sampai 8%. Kalau pemerintah ketat, bersih, efisien, saya yakin bisa,” tandasnya.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X