Evaluasi Distributor Pupuk, Manajer Bermasalah Copot

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Kamis, 7 November 2024 | 23:08 WIB
Dirut PT. Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi, saat diwawancara di Kementerian Pertanian, Rabu (6/11/2024). (Ist)
Dirut PT. Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi, saat diwawancara di Kementerian Pertanian, Rabu (6/11/2024). (Ist)

Jakarta - SUARA PEMBARUAN - PT Pupuk Indonesia (Persero) melakukan evaluasi mendalam terhadap distributor pupuk di daerah.

Langkah ini dilakukan usai sejumlah kepala desa melaporkan belum menerima tambahan alokasi pupuk subsidi.

Evaluasi mendalam ini, terutama merespon permintaan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mencopot manajer Pupuk Indonesia di daerah yang penyalurannya bermasalah.

Diketahui pada kegiatan Gerakan Nasional Pangan Merah Putih Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan sejumlah kepala desa menyampaikan belum menerima tambahan alokasi pupuk subsidi.

Bahkan beberapa di antaranya juga mengaku para petaninya masih kesulitan untuk memperoleh pupuk pada acara yang dihadiri ratusan Anggota APDESI di lapangan utama kantor Kementerian Pertanian, Rabu (6/11/2024) pagi.

Pada acara tersebut hadir Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, Menteri Pedesaan dan Pembangunan Desa Tertinggal, Yandri Susanto, Kabaharkam Polri, Komjen Pol M. Fadil Imran dan pejabat lainnya

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan, ia sepakat bahwa para oknum yang bermasalah harus segera ditindak tegas dan dicopot dari jabatannya.

Namun, sebelum mengambil keputusan itu, pihaknya akan menelaah kembali masukan-masukan dari para kepala desa terkait.

"Nanti kita teliti lagi masukan-masukan dari kepala desa itu, apa yang terjadi, tapi saya sepakat kalau demi perbaikan tidak ada kompromi. Tapi juga kita harus pastikan tadi masukan-masukan dari kepala desa sebetulnya persoalannya apa supaya tahu siapa yang salah," kata Rahmad saat diwawancara di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2024).

Rahmad juga akan melakukan evaluasi terhadap 1.076 distributor pupuk di seluruh Indonesia. Dari hasil evaluasi itu, barulah akan diambil kesepakatan untuk tindakan lanjutannya.

"Kita akan lakukan evaluasi dulu. Tadi saya laporkan ke Pak Mentan pokoknya hasil evaluasi kita laporkan. Nanti dari situ dilihat secara objektif yang salah siapa, yang salah diganti," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memanggil sejumlah kepala desa ke atas panggung untuk berdialog.

Ternyata mereka mengaku belum menerima tambahan distribusi pupuk Beberapa di antara mereka mengaku tidak mengetahui bahwa kuota pupuk telah ditambah menjadi 100%.

Mendengar respons tersebut, Amran memanggil Rahmad Pribadi untuk segera menghubungi para manajer distributor pupuk dan mengecek kondisi ini. Ia juga meminta agar para manajer di area yang bermasalah segera dicopot. Hal ini mengingat seharusnya surat keputusan (SK) untuk penyaluran pupuk ke daerah sudah selesai dari Juli, namun sebagian daerah masih belum mendapatkan pupuk.

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X