Amran dan Fadil Imran Punya Kepentingan di Pilkada Sulsel

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Sabtu, 12 Oktober 2024 | 12:47 WIB
Komjen Pol Dr.H. Mohammad Fadil Imran menyerahkan bantuan dari Kementan kepada Bupati Gowa. (Ist)
Komjen Pol Dr.H. Mohammad Fadil Imran menyerahkan bantuan dari Kementan kepada Bupati Gowa. (Ist)

Petani Gowa Nikmati Bantuan Senilai Rp 65,4 Miliar dari Mentan

Makassar – SUARA PEMBARUAN. Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman dan Kepala Badan Pertahanan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Mohammad Fadil Imran memiiki kepentingan terhadap pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kabupaten Gowa.

Andi Amran Sulaiman, kakak kandung dari Calon Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, sedangkan Fadil Imran kakak dari calon bupati Gowa Sitti Husnia Talenrang. Keduanya berkunjung ke Kabupaten Gowa, Jumat (11/10/2024) disertai Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard T.H. Tampubolon dan sejumlah pejabat eselon 1 Kementerian Pertanian.

Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman memberi bantuan peralatan mesin pertanian dan bibit unggul kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dan petani Kabupaten Gowa dengan total bantuan senilai Rp 65,4 miliar.

Di saat penyerahan bantuan itu muncul pernyataan untuk mendukung keluarga Andi Amran, kendati tidak menyebut langsung nama adiknya, Andi Sudirman.

Andi Sudirman, kelahiran Bone, 25 September 1983 pernah menjabat Wakil Gubernur Sulsel periode 2018-2023 berpasangan Prof Nurdin Abdullah. Alumni Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) itu kemudian dilantik Presiden Joko Widodo 10 Maret 2022 menjabat Gubernur Sulsel (2022-2023) menggantikan Nurdin Abdullah yang tersandung kasus korupsi.

Andi Sudirman kemudian mencalonkan diri pada Pilkada Gubernur Sulsel 2024 berpasangan Fatmawati Rusdi (ASS-Fatma) nomor urut 2, diusung sejumlah partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM), Partai Gerindra, Golkar, PAN, Perindo, PSI, Demokrat, PKS, Partai Gelora dan Nasdem, AAS- Fatma akan menghadapi lawannya Danny Pomanto (Wali Kota Makassar) berpasangan Azhar Arsyad.

Hal yang sama juga dilakukan Kepala Badan Pertahanan Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Dr.H. Mohammad Fadil Imran. Dengan seragam jendral polisi dia mendampingi Mentan, dan secara simbolis ikut menyerahkan bantuan dari Kementan kepada petani.

Kehadiran Fadil Imran tak bisa dipungkiri bahwa ada hubungan dengan kepentingan adiknya, Sitti Husniah Talenrang yang maju menjadi calon Bupati Gowa berpasangan Darmawangsa Muin, diusung Partai Gerindra dan PAN.

Anggota DPRD Gowa dari PAN itu maju menjadi calon bupati berkat dukungan dari kakaknya, Jendral Fadil. Bahkan, mendapat dukungan dari Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan beserta jajarannya untuk memperjuangan Husni Talenrang.

Adnan yang tak lama lagi akan meninggalkan jabatan bupati periode kedua, bahkan terus terang dihadapan ribuan massa yang hadir pada acara penyerahan bantuan di Gows, dia membuat pernyataan politik yang sangat terbuka untuk mendukung Amran dan keluarganya. "Saya akan mendukung pak Amran Sulaiman selaku Mentan dan juga keluarganya," tandasnya.

Dikesempatan lain dalam momen rapat, Adnan menyatakan masih punya senjata 'mutasi' yang bisa digunakan kepada para pejabat dan ASN di lingkup Pemda Gowa, tentu saja itu merupakan peringatan kepada mereka yang tidak sehaluan dengannya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gowa kebingungan untuk menentukan apakah yang dilakukan Amran Sulaiman pelanggaran atau bukan. Masalahnya, Amran datang ke Gowa sebagai Menteri Pertanian dan membagi-bagikan bantuan pemerintah kepada petani.

Yang menjadi pertanyaan adalah soal kehadiran Kabaharkam Polri, Komjen Pol Muhammad Fadil Imran mendampingi Mentan dan turut menyerahkan bantuan dari Kementan.

Halaman:

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

X