Kinerja Sektor Jasa Keuangan di Jateng Tumbuh Positif, Literasi Gencar Dilakukan

Photo Author
- Selasa, 27 Agustus 2024 | 12:52 WIB
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah Sumarjono.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah Sumarjono.


Semarang, suarapembaruan.news - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jawa Tengah menilai kondisi sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Tengah di Semester I tahun 2024 dalam kondisi stabil dengan kinerja tumbuh positif didukung dengan likuiditas yang memadai dan tingkat risiko yang terjaga.


Total aset perbankan di Jawa Tengah posisi Juni 2024 tumbuh 6,33 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp595,51 triliun, terdiri dari aset Bank Umum Rp545,26 triliun dan aset BPR Rp50,26 triliun.

Baca Juga: Turunkan Angka Kemiskinan dan Pengangguran, Ini Strategi Pemprov Jateng di Tahun 2025


Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,46 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp471,21 triliun. Adapun kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 5,25 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp426,01 triliun dengan risiko kredit sebesar 5,80 persen.


Aset Bank Umum di Jawa Tengah mencapai Rp545,26 triliun dengan pertumbuhan sebesar 6,76 persen (yoy).


Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum di Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 7,79 persen (yoy). Total Kredit Bank Umum di Jawa Tengah mencapai Rp387,81 triliun tumbuh sebesar 5,66 persen (yoy).

Baca Juga: PWI Bengkulu Berhasil Perbaiki Peringkat Nasional di Porwanas Banjarmasin


“Hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah rasio NPL gross Bank Umum di Jawa Tengah sebesar 4,91 persen, namun demikian pencadangan kredit bermasalah cukup baik sehingga rasio NPL netto terjaga di angka 1,4 persen,”ungkap Kepala OJK Jateng Sumarjono, Selasa (27/8).


Dijelaskan, kinerja intermediasi Bank Umum di Jawa Tengah terjaga dengan total Loan to Deposit Ratio (LDR) 89,66 persen.


Selanjutnya, Aset BPR/S di Jawa Tengah mencapai Rp50,26 triliun dengan pertumbuhan sebesar 1,85 persen (yoy).

Baca Juga: Kejurda Atletik sebagai Wadah Pengembangan Atlet Bengkulu Menuju PON Aceh-Sumut


Dana Pihak Ketiga (DPK) BPR/S di Jawa Tengah tercatat tumbuh sebesar 3,89 persen (yoy) dan total Kredit BPR/S di Jawa Tengah mencapai Rp38,20 triliun tumbuh sebesar 1,31 persen (yoy).
“Hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama adalah rasio NPL gross BPR/S di Jawa Tengah sebesar 14,80 persen,” paparnya.


Total aset perbankan syariah di Jawa Tengah posisi Juni 2024 tumbuh 11,45 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp43,27 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 11,84 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp34,51 triliun.

Baca Juga: Paslon Bupati-Wabup Benteng Rachmad Riyanto-Tarmzi Daftar ke KPU Diantar Ribuan Pendukung


Adapun pembiayaan yang disalurkan tumbuh sebesar 13,59 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp30,77 triliun dengan rasio NPF sebesar 5,54 persen.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X