Pemprov Jateng Salurkan 7 Juta Liter Air Bersih Kepada Ratusan Ribu Warga Terdampak Kekeringan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 26 Agustus 2024 | 13:23 WIB
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana saat memberi keterangan pers tentang pembukaan siswa baru untuk SMK boarding dan semi boarding di Jateng, yang dikhususkan bagi siswa tidak mampu.
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana saat memberi keterangan pers tentang pembukaan siswa baru untuk SMK boarding dan semi boarding di Jateng, yang dikhususkan bagi siswa tidak mampu.

Semarang, suarapembaruan.news – Setidaknya sebanyak 7.019.000 liter air bersih sudah disalurkan kepada 34.248 keluarga yang terdiri atas 113.931 jiwa, yang terdampak kekeringan di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Jumlah tersebut berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah per 21 Agustus 2024. Ratusan ribu warga tersebut tersebar di 24 kabupaten/kota, 96 kecamatan, dan 208 desa.

Baca Juga: Polda Jateng Serukan Unjuk Rasa Damai, Kabidhumas : Cerminan Kebebasan yang Bertanggung Jawab

Hingga Agustus 2024, sebanyak 32 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah sudah menetapkan status siaga darurat kekeringan dan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana meminta kepada semua bupati dan walikota di wilayahnya untuk mewaspadai kekeringan, mengingat sudah memasuki musim kemarau.

Kewaspadaan itu perlu lebih ditingkatkan untuk daerah-daerah yang memiliki riwayat kebakaran lahan, hutan, dan tempat pembuangan akhir (TPA).

Baca Juga: Asyiknya, Ratusan Chef Masak Menu Unik Berbahan Ikan Bersama Mbak Ita

"Kami sudah lakukan rapat kordinasi dan terus memantau perkembangan di masing-masing kabupaten/kota. Kita juga mengevaluasi kejadian-kejadian tahun lalu, jangan sampai terjadi kembali seperti kebakaran di TPA," kata Nana Sudjana belum lama ini.
Menurut Nana, secara teori tidak ada kebakaran yang tiba-tiba, tetapi pasti ada penyebabnya. Untuk itu, bupati dan wali kota diminta untuk terus mengawasi dan menjaga TPA di tempatnya.

Ia mengaku, akan terus menjalin koordinasi dengan bupati dan wali kota, terutama yang lokasi TPA-nya pernah terbakar.

Baca Juga: Kontribusi Pengelolaan Zakat, Aviation Fuel Terminal Ahmad Yani JBT Rebut BAZNAS Award 2024

Antisipasi kemarau dan kekeringan juga dilakukan dalam hal ketersediaan pangan. Sejauh ini, Jawa Tengah sebagai penumpu pangan nasional telah mendapatkan bantuan pompanisasi dan irigasi perpompaan untuk lahan pertanian.

"Program ini sudah dan sedang berjalan. Kita harapkan hasilnya akan lebih baik. Masyarakat tetap bisa menanam pada musim kemarau," katanya.

Baca Juga: Telkomsel dan Universitas Cendrawasih Sepakat Akselerasikan Digitalisasi Pendidikan

Sejauh ini, lanjut Nana, memang sudah ada daerah yang menyatakan siaga kekeringan. Bahkan sudah ada daerah yang meminta suplai air bersih untuk masyarakat.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X