Kementan Pacu Program Pompanisasi Hadapi Kekeringan Panjang

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Senin, 29 Juli 2024 | 18:25 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, saat meninjau program pompanisasi di Desa Bandan Hurip, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.(Ist).
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, saat meninjau program pompanisasi di Desa Bandan Hurip, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.(Ist).

Jakarta – Suarapembaruan.news. Indonesia akan menghadapi ancaman kekeringan panjang, Agustus hingga akhir tahun 2024. Ini jelas menjadi ancaman terhadap produksi pangan ke depan. Untuk itu harus segera kita antisipasi, singsingkan lengan baju, hadapi kritis yang akan tiba.

"Singsingkan lengan baju, kita masuk lintasan kritis. Kritikal poin Agustus, September, November, Desember. Pertanian siaga penuh, nggak ada tanggal merah, semua tim di lapangan," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (AAS) di depan peserta Rapat Koordinasi Optimalisasi Program Pompanisasi dan Optimalisasi Lahan Rawa di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (29/7/2024).

Amran menyebut kekeringan ini disebabkan oleh cuaca panas ekstrem atau El Nino yang masih berlangsung hingga saat ini. Untuk itu Kementan melakukan pengadaan pompanisasi untuk memompa air untuk mengairi areal persawahan di daerah-daerah yang mengalami kekeringan.

"Sekarang kita berhadapan musim kering El Nino yang masih berlangsung, overlap. Ini kita tidak akan lolos, tapi bekerja biasa-biasa saja. Kita siapkan posko bersama-sama, saya akan pantau," tuturnya.

Target 63.378 Unit Pompa

Kementan menargetkan pengadaan pompa air di seluruh Indonesia mencapai 62.378 unit. Saat ini sudah ada 31.749 unit yang telah terkontrak, dan yang belum terkontrak 31.629 unit.

Sementara yang sampai di daerah mencapai 26.007 unit. Pompa yang masih dalam proses pengiriman mencapai 5.742 unit.

Selain pompanisasi, Kementan juga melakukan optimalisasi lahan rawa untuk menambah lahan produksi padi. Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Ali Jamil mengatakan, target optimalisasi lahan rawa tahun ini 360.000 hektare (ha) di 12 Provinsi.

"Termasuk di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Selatan. Kondisinya sekarang, SID mencapai 87% realisasi kontruksi dari 360 ribu ha target itu 266.164 realisasi kontrak konstruksi Realisasi kontrak kontruksi yang sudah ada 110 ribu dan 70 ribu sudah olah tanah dan tanam," katanya dalam pemaparannya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo memberi perhatian khusus terhadap program pompanisasi. Didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, belum lama ini Jokowi meninjau program pemberian bantuan pompa untuk pengairan sawah dan pertanian atau pompanisasi di Desa Bandan Hurip, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Kamis, (11/7/2024), bertujuan sebagai bentuk akselerasi pompanisasi di Lampung.

Inisiatif pompanisasi menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi petani di Indonesia, serta mendukung upaya-upaya peningkatan produksi pangan lokal maupun nasional, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang kian nyata.

Luas baku sawah di Kabupaten Lampung Selatan sendiri mencapai 38.688 hektare. Dari luas tersebut, potensi luas sawah tadah hujan mencapai 30.976 hektare.

Pemerintah telah menyalurkan bantuan 150 pompa untuk Kabupaten Lampung Selatan dari total 2.606 unit pompa untuk Provinsi Lampung. Kehadiran 150 pompa tersebut diharapakan dapat memenuhi kebutuhan pengairan untuk 1.650 hektare sawah. (SP.news/MK Said)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X