Baca Juga: PAN dan PPP Sengketa, KPU Bengkulu Tengah Belum Tetapkan Anggota DPRD Terpilih Hasil Pileg 2024
"Setiap petugas (penyuluh) diharapkan dapat mengawal 8-16 kelompok tani. Memotivasi para petani, melakukan pendampingan, menguatkan kapasitas dan monev terkait ketersediaan sarana produksi," jelasnya.
Berdasarkan laporan realisasi Penambahan Areal Tanam (PAT) dalam aplikasi pelaporan Kementan, per tanggal 30 Juli 2024, tambahan areal tanam padi di Jateng yang menggunakan pompanisasi telah mencapai 110.265 hektar.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkot Semarang Rehab Kantor Kelurahan Kudu
Berdasarkan perhitungan, tiap hektar luas tanam padi diasumsikan bisa menghasilkan 4,23 ton padi. Maka dengan jumlah areal tanam seluas 110.265 hektare, bisa meningkatkan produksi sebesar 446.420,95 ton gabah kering giling. Jumlah itu setara dengan 268.277,73 ton beras.
"Saya harapkan penyuluh mampu memotivasi para petani. Kita harapkan Jateng dapat terus meningkatkan produktivitas padi untuk mewujudkan kedaulatan pangan," kata Nana.*
.*
Artikel Terkait
SIG Tanam Lebih dari 500 Ribu Pohon di Lahan Pascatambang Pabrik Tuban
Peringati Hari Lingkungan Sedunia, Gubernur Bengkulu Tanam Pohon dan Launching Buku Anak
Jateng Dapat Bantuan 4.350 Unit Pompa Air, Nana Sudjana: Diperlukan Untuk Menambah Area Tanam Padi
Pemkot Semarang dan BRIN Implementasikan Hasil Riset Bidang Pertanian, Tanam Padi Biosalin di Lahan Rob
Mbak Ita Berharap Padi Biosalin Bisa Beri Kesejahteraan Masyarakat Pesisir