Semarang, suarapembaruan.news - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan, Jawa Tengah ini cukup baik prestasinya dalam peningkatan areal tanam. Dari persentase secara nasional, Jawa Tengah adalah provinsi nomor dua dengan jumlah persentase perluasan sampai 65 persen.
"Namun jumlahnya terluas dibandingkan semua provinsi di Indonesia. Baru Jawa Tengah yang telah mencapai tiga digit, yaitu 110 ribu hektare. Ini membanggakan," ungkap Sudaryono, dalam Rakor Penambahan Areal Tanam (PAT), Pompanisasi dan Pembinaan Penyuluh Pertanian Provinsi Jawa Tengah di Balai Diponegoro, Makodam IV/Diponegoro, pada Jumat (2/8).
Baca Juga: Final Piala Presiden, Masyarakat Antusias, Nana Sudjana: Berdampak ke Perekonomian
Sudaryono menjelaskan, rakor di Jawa Tengah tersebut untuk memastikan program PAT dan pompanisasi berjalan maksimal. Juga sebagai antisipasi menghadapi kemarau dan fenomena El Nino beberapa bulan ke depan.
"Penambahan areal tanam dari pompanisasi ini agar panen kita maksimal. Semua lahan termanfaatkan untuk meningkatkan produksi padi,” ucapnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana mengatakan, peran penyuluh pertanian dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Baca Juga: Kasus Judi Online Marak di Masyarakat, RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang Kebanjiran Pasien
"Sebagai penyuluh dan pembimbing para petani, harus mampu meningkatkan peran. Berikan penyuluhan dan pendampingan kepada petani agar hasil pertanian lebih baik," kata Nana.
Sebagai negara agraris, Nana mengatakan, Indonesia harus mampu mencukupi kebutuhan pangannya secara mandiri. Dengan meningkatkan produktivitas, harapannya bisa mewujudkan swasembada pangan.
"Kita harapkan bangsa Indonesia mampu untuk mencukupi pangannya, mencukupi padi yang menjadi kebutuhan pokok," ujar Nana di hadapan 500 penyuluh pertanian.
Berbagai langkah telah dilakukan guna mencapai swasembada pangan. Seperti meningkatkan ketersediaan air irigasi untuk percepatan olah tanah dan tanam, pompanisasi, serta meningkatkan Penambahan Areal Tanam (PAT) padi.
Baca Juga: Hampir Dipastikan Kontestasi Pilgub Bengkulu Diikuti Dua Pasang Calon
Menurut Nana, peran penyuluh pertanian untuk menyukseskan program-program yang telah disusun dinilai efektif. Para penyuluh pertanian adalah garis depan untuk mensosialisasikan dan membimbing para petani.
Di Jawa Tengah, kelembagaan petani dan sumber daya manusia pertanian meliputi 553 unit Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan, 3.222 orang penyuluh pertanian, 272 orang penanganan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan Dampak Perubahan Iklim (DPI), 86 orang pengawas benih tanaman, dan sekitar 66.712 kelompok tani.
Artikel Terkait
SIG Tanam Lebih dari 500 Ribu Pohon di Lahan Pascatambang Pabrik Tuban
Peringati Hari Lingkungan Sedunia, Gubernur Bengkulu Tanam Pohon dan Launching Buku Anak
Jateng Dapat Bantuan 4.350 Unit Pompa Air, Nana Sudjana: Diperlukan Untuk Menambah Area Tanam Padi
Pemkot Semarang dan BRIN Implementasikan Hasil Riset Bidang Pertanian, Tanam Padi Biosalin di Lahan Rob
Mbak Ita Berharap Padi Biosalin Bisa Beri Kesejahteraan Masyarakat Pesisir