Penduduk Kabupaten Muna berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2020 sebanyak 223.991 jiwa yang terdiri atas 110.326 jiwa penduduk laki-laki dan 113.665 jiwa penduduk perempuan dengan jumlah rumah tangga sebanyak 66.562 rumah tangga.
Jumlah warga miskin di daerah yang dulu terkenal sebagai penghasil kayu jati itu mengalami peningkatan sejak 2017, hal itu dapat dilihat dari angka penyaluran beras miskin (raskin) kepada masyarakat. Selama tahun 2017, penyaluran beras miskin di Kabupaten Muna meningkat sebesar 10 persen yaitu dari 2.381,22 ton tahun 2016 naik menjadi 2.619,36 ton pada tahun 2017.
Beras yang masuk ke Kabupaten Muna adalah melalui Perum Bulog Kansilog Raha, beras tersebut berasal dari luar Provinsi Sulawesi Tenggara dan yang berasal dari dalam Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kabupaten Muna, setelah dimekarkan dengan Kabupaten Muna Barat, memiliki luas wilayah daratan ± 2.057,69 km2 atau ± 205.769 ha. Kepadatan penduduk di Kabupaten Muna mencapai 105 jiwa/km2 dengan rata-rata jumlah penduduk per rumah tangga adalah 5 orang. Kepadatan Penduduk di 22 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamatan Katobu dengan kepadatan sebesar 2.413 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Tongkuno sebesar 36 jiwa/km2.
Kondisi daerah itu sangat memprihatinkan, terutama di Raha, ibu kota kabupaten yang tampak tidak tertata. Pasar yang dikunjungi presiden Jokowi di Laino pun sebelumnya berantakan, pedagang berjualan sampai ke badan jalan yang rusak parah dan sampah berserakan di tengah jalan. Raha bisa digambarkan seperti kota tak terurus. Beruntunglah Presiden Jokowi berkunjung ke lokasi itu, paling tidak jika presiden datang semua pejabat langsung kasak-kusuk membenahi, jalanan pun dipermulus. “Sering-seringlah ke Raha pak presiden, supaya kota ini bersih dan jalanannya makin mulus,”tukas seorang warga diantara kerumunan menyambut kedatangan Jokowi di pasar Laino. (SP.news/MK Said)