Bupati Lebong, Kopli Ansori mengatakan, pihaknya sudah membuka dapur umum di 7 kecamatan untuk mengatasi kebutuhan pangan bagi korban banjir di daerah ini. Selain itu, pihaknya juga telah menyalurkan bantuan dalam bentuk lain kepada para korban.
Baca Juga: Longsor di Tana Toraja 18 Orang Meninggal Dunia
"Kalau soal makan korban banjir tidak perlu binggung, kita sudah siapkan dapur umum di setiap kecamatan yang dilanda banjir. Selain itu, Pemkab Lebong juga akan menyalurkan bantuan pangan kepada para korban. Ini dilakukan agar masyarakat tidak panik pascabanjir," ujarnya.
Dari pantuan dilapangan, Rabu (17/4/2024), genangan air di rumah warga sudah surat, menyusul debit air Sungai Ketahun juga normal. Warga sibuk membersihkan lumpur dan kotaran sampah di rumah masing-masing yang terbawak saat banjir.
Meski banjir sudah surat, Pemkab Lebong dan BPBD setempat mengimbau masyarakat untuk mewaspadai banjir susulan mengingat curah hujan di daerah ini masih tinggi, khususnya bagi warga yang bermungkim di bantaran kali Ketahun.
Ribuan warga di 7 kecamatan yang terdampak banjir Lebong, sebagian besar tinggal di bantaran kali Ketahun, sehingga jika hujan berlangsung lama dan air sungai meluap maka rumah warga tergenang banjir, seperti yang terjadi pada Selasa (16/4/2024) pagi.(*)
Artikel Terkait
Bolos Pascalibur Lebaran, ASN Pemkot Semarang Kena Sanksi Potong TPP 15 Persen
Pelaksanaan Mudik dan Balik Lebaran 2024 di Jateng Berjalan Lancar
Kebutuhan Avtur dan BBM Pemudik Terpenuhi, Konsumsi Tertinggi Pada 9 April sebesar 21.533 KiloLiter Per Hari
Kepala OPD Diminta Cek Absen ASN Hari Pertama Masuk Kerja Usai Idulfitri 1445 Hijriyah
Potensi Zakat di Jateng Capai Rp3,1 Triliun, Berperan Penting Dukung Program Pemerintah