Longsor di Tana Toraja 18 Orang Meninggal Dunia

Photo Author
M Kiblat Said, Suara Pembaruan
- Minggu, 14 April 2024 | 18:16 WIB
Petugas evakuasi korban tanah longsor  di dua kecamatan, di Tana Toraja. (Ist)
Petugas evakuasi korban tanah longsor di dua kecamatan, di Tana Toraja. (Ist)

Tana Toraja - Suarapembaruan.news. Hujan intensitas tinggi dan tanah longsor terjadi di dua kecamatan di Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel melaporkan, 18 orang tewas di dua kecamatan, 14 orang di Kecamatan Makale dan 4 orang di Kecamatan Makale Selatan.

BPBD Sulsel Minggu (14/4/2024) melaporkan, tanah longsor terjadi Sabtu (13/4/2024) sekitar pukul 22.30 Wita di lokasi Palangka, Kelurahan Manggau, Kecamatan Makale.Dihari yang sama juga terjadi di Dusun Putu', RT. Bekak, Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan.

Korban jiwa di Makale tercatat 14 orang tertimbun longsor, masing-masing :
- Dala (L 40 thn)
- Bertha Bine (P 35 thn)
- Putri ( P 5 thn)
- Reno (L 2 thn)
- Wiris(Dado) (L 6 thn)
- Marcel Oda (L 16 thn)
- Agustinus Bongga (L 20 thn)
- Mala' (L 60 thn)
- Baru ( L 40 thn)
- Endi (L 15 thn)
- Matius Kottong (L 35 thn)
- Aco (L 37 thn)
- Mase' (L 38 thn)
- Jimmy (L 27 thn)
Selain itu 2 orang luka-luka, 2 orang masih dalam pencarian.

Hujan deras dan tanah longsor juga terjadi bersamaan di Kecamatan Makale Selatan, Sabtu, (13/4/2024) sekitar pukul 23.00 Wita. Lokasi kejadian, Dusun Putu', RT. Bekak, Lembang Randan Batu, Kecamatan Makale Selatan.

Korban jiwa 4 orang meninggal dunia :
1. indo' Luka
2. Ambe Dian( lembang)
3. Karopa
4. Luaran.
Korban selamat Fitri Ratte, Indo Marni.

Informasi yang diperoleh SP.news dari Kepala Pelaksana BPBD Sulsel, Amson Padolo, upaya yang dilakukan BPBD Tana Toraja menurunkan Tim Reaksi Cepat untuk melakukan assesment, berkoordinasi dengan BASARNAS dan tim medis, mengevakuasi korban dan melakukan koordinasi dengan aparat setempat dan instansi terkait (lintas sektoral) dalam penanganan longsor dan korban.

Pusdalops BPBD Tana Toraja mengatakan, kendala yang dihadapi petugas di lapangan karena hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung, medan yang sulit, penerangan kurang ( kejadian d malam hari), masih terus berlangsung pergerakan tanah yg dapat memicu terjadinya longsor susulan

Medan untuk evakuasi cukup terjal, longsor terjadi di beberapa titik sepanjang jalan yang mengakibatkan lokasi longsor sulit di tempuh tim rescue dan hatus berjalan kaki. Kebutuhan mendesak adalah alat berat untuk membuka akses jalan dan ambulance. (SP.news/MK Said)

Editor: M Kiblat Said

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X