Sementara itu, laju inflasi di Jawa Tengah saat ini masih terkendali meskipun ada tren naik dari sebelumnya. Inflasi Jawa Tengah secara month to month (mom) 0,6% dan secara year on year (yoy) 3,4%. Angka itu masih dalam target yaitu maksimal 3,5% atau 2,5% ±1%.
Baca Juga: BRI Berbagi Bahagia, Salurkan Bingkisan Ramadhan kepada PWI Jateng
Sebelumnya pada bulan Februari secara month to month 0,54% dan nomor satu di Jawa. Tapi pada bulan Maret ini meskipun meningkat 0,6%, Jawa Tengah berada pada nomor tiga se-Jawa.
"Paling tinggi Jabar, kedua Banten, ketiga Jateng. Penurunan (peringkat) ini setelah kegiatan GPM yang kita lakukan bersama antara provinsi dan kabupaten/kota dan BI se-Jateng mampu menahan laju inflasi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra.
Baca Juga: Semen Gresik Gelar Silaturahmi dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat di Desa Sekitar Perusahaan
Peningkatan inflasi terjadi di tiga daerah, yaitu Rembang, Wonosobo, dan Wonogiri. Harapannya ke depan Gerakan Pangan Murah (GPM) bisa dikonsentrasikan di tiga daerah itu.
"Inflasi tahun ini insyaallah bisa kita kendalikan. Penyumbangnya adalah daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras," jelasnya.*
Artikel Terkait
Pengecekan di Pasar, Satgas Pangan Polri: Stok Beras di Wilayah Jateng - DIY Aman
Pemkot Bengkulu Jamin Stok Bahan Pangan Aman dan Harga Terkendali
Cegah Stunting, Pemkot Bengkulu Berikan Bantuan Bahan Pangan Bergizi Tinggi
Pemkot Semarang dan Bank Indonesia Gelar Gerakan Pangan Murah dan Bazar Ramadhan, Ada Penjualan Paket Tebus Suka-suka untuk Warga Terdampak Banjir
Gerakan Pangan Murah Berhasil Turunkan Harga Sembako