"Insya Allah kalau melihat pekerjaan fisik di lapangan pekerjaan pemasangan bronjong di jalan longsor dan pengikisan tebing diperkirakan pekejaanya dapat dituntaskan pada akhir Maret ini," tambah Tejo.
Soalnya, pekerjaan di lapangan sampai kini tidak ada kendala berarti. Soal pengikisan tebing tidak ada masalah karena sudah mendapat izin dari Kementerian LKH tentang pinjam pakai kawasan hutan.
Dengan demikian, tidak ada kendala lagi untuk menuntaskan pekerjaan perbaikan dan penimbunan tanah di jalan longsor tersebut. "Saya pastikan sebelum angkutan lebaran dimulai perbaikan jalan longsor di liku 9 Tabah Penanjung, Bengkulu sudah tuntas 100 persen.
Tejo menambahkan, perbaikan jalan longsor di ruas Bengkulu-Lubuklinggau,Sumsel, persisnya di Liku 9 Tanah Penanjung merupakan kewenang Balai Peningkatan Jalan Nasional (BPJN) Kementerian PUPR Provinsi Bengkulu. Pasalnya, jalan yang longsor tersebut merupakan jalan nasional.
Baca Juga: Masyarakat Tolikara Sebaiknya Jaga Kedamaian Selama Perhitungan Suara
"Jadi, Dinas PUPR Provinsi Bengkulu hanya membantu saja untuk kelancaran pekerjaan di lapangan. Hasil koordinasi kita perbaikan jalan longsor di liku 9 sudah mendapati 100 persen dan jika tidak ada aral melintang akhir bulan Maret sudah rampung," ujarnya.
Meski perbaikan jalan belum rampung 100 persen, tapi arus lalu lintas kendaraan umum, truk angkutan barang, batubara, bus besar dan sepeda motor di jalur Liku 9 berjalan lancar seperti biasa. Hanya saja kendaraan saat melintas di jalur longsor harus hati karena ada orang yang bekerja.(*)