"Bila mendengar suara motor yang kencang di belakang mereka. Maka mereka akan memacu kendaraan (supaya tidak tersusul)," jelas pakar psikoneuroimunologi dan psikologi transpersonal ini.
Kalangan ini, tambahnya, cenderung belum merasa nyaman saat beradu pandang dengan orang lain.
"Sapaan dari orang lain yang melintas naik motor, bagi remaja kalangan ini dapat dianggap sebagai sebuah tantangan," paparnya
Untuk itu, Hastaning mendukung upaya-upaya Polri untuk memberikan pemahaman pada remaja dan anak di bawah umur tentang lalu lintas.
"Perlu sesekali ada upaya untuk efek jera. Perlu warning (peringatan). Orang tua juga harus ikut memberikan pemahaman bahwa mengendarai kendaraan di jalan raya itu butuh tanggung jawab dan ada konsekuensinya," pungkasnya.*
Artikel Terkait
Pakar UGM Sebut Empat Faktor Penyebab Kecelakaan di Jalan Tol
Pengenalan Rambu Lalu Lintas pada Anak Usia Dini
Polda Jateng Canangkan Aksi Keselamatan Jalan, Kakorlantas Polri: Setiap 1 Jam 3 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
Operasi Keselamatan Lalu Lintas 2024, Upaya Polda Jateng Turunkan Kecelakaan di Jalan Raya Jelang Ramadhan dan Idul Fitri
Belasan Ribu Pelanggaran Lalu Lintas di Jateng Dilakukan Anak Bawah Umur