Noemuke Tak Lagi Gelap, 149 Keluarga di Pelosok NTT Kini Nikmati Listrik 24 Jam

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Jumat, 5 Juni 2026 | 12:24 WIB
Petugas PLN melakukan penyambungan kabel tegangan rendah ke salah satu rumah warga di Dusun Noemuke, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur
Petugas PLN melakukan penyambungan kabel tegangan rendah ke salah satu rumah warga di Dusun Noemuke, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur

 

Timor Tengah Selatan, SUARA PEMBARUAN – Warga Dusun Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), kini dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh setelah PT PLN (Persero) berhasil menghadirkan layanan kelistrikan melalui Program Listrik Desa (Lisdes).

Sebanyak 149 kepala keluarga yang selama bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan penerangan kini merasakan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran listrik tidak hanya mengakhiri kegelapan malam, tetapi juga membuka peluang baru di bidang pendidikan, ekonomi, dan aktivitas sosial masyarakat.


Sebelumnya, saat malam tiba, sebagian besar warga mengandalkan lampu pelita berbahan bakar minyak tanah untuk penerangan. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar anak-anak maupun kegiatan produktif masyarakat menjadi sangat terbatas.


Maria, salah seorang warga setempat, mengaku bersyukur karena anak-anaknya kini dapat belajar dengan lebih nyaman. Menurutnya, sebelum ada listrik, anak-anak harus belajar dengan cahaya redup dari lampu pelita yang menghasilkan asap dan membuat mata cepat lelah.


Kini, suasana malam di rumahnya berubah. Lampu listrik yang terang memungkinkan anak-anak mengerjakan tugas sekolah dengan lebih leluasa dan memperpanjang waktu belajar mereka.


Manfaat listrik juga dirasakan pelaku usaha kecil di desa tersebut. Yohanes, pemilik warung kelontong, melihat peluang baru untuk mengembangkan usahanya. Ia berencana membeli lemari pendingin agar dapat menjual minuman dingin dan es batu kepada warga sekitar.


Menurutnya, keberadaan listrik membuka kesempatan untuk meningkatkan pendapatan keluarga tanpa harus meninggalkan kampung halaman.


Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Lioe, menyambut baik beroperasinya jaringan listrik di Dusun Noemuke. Ia mengatakan pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah dengan kondisi geografis menantang dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan teknis dan dukungan anggaran.


Ia berharap kehadiran listrik dapat meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak sekaligus mendorong tumbuhnya usaha mikro yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat desa.


Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa program elektrifikasi di wilayah terpencil bukan sekadar menghadirkan jaringan listrik, melainkan membuka akses masyarakat terhadap berbagai peluang pembangunan.


Menurut Darmawan, listrik menjadi fondasi penting untuk mendorong pemerataan pembangunan, menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, dan membantu mengurangi angka kemiskinan di berbagai daerah.


Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Eko Sulistyono, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan di Noemuke menghadapi tantangan medan berbukit dan akses yang terbatas.


Untuk melistriki wilayah tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 1,03 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 4,9 kilometer sirkuit, serta gardu distribusi berkapasitas 50 kVA.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X