Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Fenomena "rumah api" yang muncul di kawasan Seyegan, Kabupaten Sleman, DIY, terus diselidiki secara intensif oleh Tim Pusat Kajian Peristiwa Ekstrim (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM). Hingga awal Juni 2026, tim telah melakukan serangkaian observasi dan pengukuran untuk mengungkap sumber kemunculan api misterius tersebut.
Observasi Awal: Deteksi Metana dan Anomali Suhu Minim
Pada Sabtu, 30 Mei 2026, tim yang dipimpin oleh Prof. Alva Edi Tontowi melakukan observasi lapangan. Hasilnya:
- Berdasarkan informasi dari pihak Gegana Polda DIY, terdeteksi adanya gas CH4 (metana) pada titik munculnya api.
- Penggunaan kamera termal oleh tim UGM mengindikasikan adanya anomali suhu di lokasi munculnya api, namun tidak signifikan. Suhu hanya berkisar hingga 29 derajat Celcius, yang berarti suhu di area rumah dan sekitarnya masih berada pada rentang suhu ambien dan tidak dijumpai anomali tinggi.
Pengukuran Lanjutan: Gas Hidrogen Muncul dengan Kadar Tinggi
Pada Senin, 1 Juni 2026, tim kembali melakukan deteksi gas, kali ini dipimpin oleh Prof. Agung Harijoko dari Teknik Geologi. Hasil pengukuran mengejutkan:
- Anomali gas yang terbaca cukup tinggi adalah gas H2 (hidrogen). Di lokasi kamar mandi yang sempat keluar api, kadar hidrogen terbaca mencapai 0,11.
- Pada waktu yang sama, terjadi kemunculan api di salah satu kamar. Tim mengukur kandungan gas di dekat titik api dan hasilnya menunjukkan kadar gas hidrogen yang sangat tinggi, hingga 0,40.
Pengukuran Rabu (3 Juni): Fokus pada Sumber Gas
Pada Rabu, 3 Juni 2026, tim PKPE yang dipimpin Prof. Sarto dan Prof. Chandra dari Teknik Kimia melakukan pengukuran dengan alat dan tim yang berbeda. Hasilnya:
- Tidak terdeteksi adanya gas mudah terbakar selain gas hidrogen.
- Tim berpendapat bahwa kunci penyelesaian masalah ini adalah mengetahui sumber gas. Dua kandidat utama sumber gas adalah: limbah cair atau gas tanah.
Tindak lanjut: Pada Kamis, 4 Juni 2026, tim akan memastikan keberadaan gas dalam tanah dengan melakukan penggalian dangkal di beberapa titik serta mengukur keberadaan gas. Untuk kandidat sumber dari limbah cairan, saat ini masih dalam tahap analisis laboratorium.
Kesimpulan Sementara Tim PKPE FT UGM
1. Kemunculan api berasosiasi dengan gas hidrogen.
2. Gas hidrogen diduga kuat berasal dari proses fermentasi limbah organik pemotongan ayam di sekitar lokasi.
3. Sangat dimungkinkan, bersama dengan gas hidrogen tersebut terdapat gas lain yang lebih mudah terbakar pada suhu kamar, yaitu gas fosfin (PH3). Gas ini diduga bisa terbentuk dari material yang kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras bulu ayam. Gas fosfin sayangnya tidak mudah terdeteksi dan akan habis terbakar jika bertemu oksigen. Kemungkinan gas fosfin inilah yang memicu terbakarnya gas hidrogen yang keluar bersamaan. Hal ini masih perlu diselidiki lebih mendalam.
Rekomendasi dan Tindak Lanjut
Artikel Terkait
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Kasus Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Memanas
Usai Jadi Tersangka Korupsi MBG, Deretan Kebijakan Dadan Hindayana yang Pernah Tuai Kontroversi Kembali Disorot
Dari Tanah Suci ke Tahanan Kejagung, Nasib Dadan Hindayana Berubah Drastis dalam Tiga Hari
Kisah Irjen Pol Mardiyono "Sang Pengayom" Saat Pegang Tongkat Komando Polda Bengkulu
BKAD Mulai Proses Pencairan Gaji ke-13 ASN/PPPK, Pemprov Bengkulu Siapkan Anggaran Rp60 Miliar