“Kami meminta maaf apabila penggunaan kata ‘Foundation’ menimbulkan kesalahpahaman di publik,” ujarnya.
Ia mengklaim komunitas tersebut tidak memiliki institusi resmi maupun homebase tertentu dan hanya digunakan sebagai wadah kolaborasi riset independen.
Pernyataan itu ditutup dengan permintaan agar publik tidak melakukan serangan personal maupun doxing terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam polemik tersebut.
Artikel Terkait
Keren! Dosen ITB Borong 2 Hibah Riset, Dari Kota Kreatif Dunia hingga Teknologi Pascapanen
UGM Kembangkan Tes Kognitif AJT untuk Perkuat Layanan Asesmen Psikologi Berbasis Riset
Heboh Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark, AI dan Travel Grant Jadi Sorotan
Viral Dugaan Riset Bodong di Denmark, Periset Ungkap Celah AI Bisa Lolos Konferensi Internasional
Skandal Riset AI WNI di Denmark Jadi Sorotan, Kredibilitas Ilmuwan Indonesia Dipertanyakan