Atap Kelas MTs di Sragen Ambruk Saat Pelajaran Berlangsung, 7 Siswa dan Guru Jadi Korban

Photo Author
Redaksi, Suara Pembaruan
- Selasa, 12 Mei 2026 | 21:54 WIB
Insiden atap MTs Muhammadiyah 4 Bulu,Sragen ambruk saat sedang KBM. (Instagram/pmikabsragen)
Insiden atap MTs Muhammadiyah 4 Bulu,Sragen ambruk saat sedang KBM. (Instagram/pmikabsragen)

 


Sragen, SUARA PEMBARUAN - Insiden ambruknya atap sekolah terjadi di MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa pagi, 12 Mei 2026.

Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung di ruang kelas 7 sekitar pukul 07.15 WIB. Saat itu para siswa sedang mengikuti pelajaran Bahasa Inggris bersama guru mereka, Nurul Eka Ismiyati.

Tiba-tiba bagian atap kelas roboh dan menimpa area belajar siswa. Suasana kelas langsung berubah panik ketika kayu penyangga dan genteng jatuh berserakan ke lantai.

Dalam video yang viral di media sosial, terlihat kondisi ruang kelas rusak parah dengan bagian atap terbuka lebar. Material kayu dan pecahan genteng tampak memenuhi ruangan usai ambruk.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, yang turun langsung ke lokasi menyebut pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kejadian tersebut.

Namun dugaan awal mengarah pada kondisi bangunan yang sudah tua dan bagian atap yang mulai lapuk dimakan usia.

“Kalau tadi kami lihat memang bangunan ini bangunan tua. Dibangun tahun 1978 kemudian sempat direnovasi tahun 2000. Sejak tahun 2000 sampai sekarang sekitar 26 tahun belum ada renovasi lagi,” ujar Dewiana kepada awak media di lokasi kejadian.

Ia menambahkan, sejumlah material atap yang diduga sudah rapuh kini diamankan tim Satreskrim sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Memang kalau dilihat tadi sudah lapuk semua bagian atapnya. Itulah yang diambil oleh tim Satreskrim untuk dijadikan bahan bukti,” lanjutnya.

Akibat kejadian tersebut, total delapan orang menjadi korban, terdiri dari tujuh siswa dan satu guru.

Pihak PMI Kabupaten Sragen menyebut satu siswa mengalami fraktur terbuka pada tungkai bawah kaki kanan. Sementara enam siswa lainnya mengalami luka lecet, memar, hingga benjolan di bagian kepala dan dahi.

Sedangkan guru yang berada di dalam kelas dilaporkan mengalami syok dan kondisi lemas setelah kejadian.

Seluruh korban langsung dievakuasi dari bawah reruntuhan dan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X