Jogja Printing Expo 2026: Tantangan Kreativitas Dunia Printing di Era Transformasi Digital

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Rabu, 8 April 2026 | 21:11 WIB
CEO Krista Expo Daud Salim berfoto bersama Walikota Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo. Dok. Krista
CEO Krista Expo Daud Salim berfoto bersama Walikota Dr (HC) dr. Hasto Wardoyo. Dok. Krista

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Walikota Yogyakarta, dr. Hasto Wardoyo, membuka Jogja Printing Expo 2026 pada Rabu (8/4/2026) di Jogja Expo Center (JEC). Pameran yang berlangsung hingga 11 April 2026 ini diselenggarakan untuk kedua kalinya oleh Krista Exhibitions Group, dan kembali menjadi wadah strategis bagi pelaku industri grafika untuk menampilkan perkembangan teknologi terbaru, memperluas jejaring bisnis, serta memperkuat pertumbuhan sektor percetakan nasional.

Dalam sambutannya, Walikota Hasto menegaskan bahwa kehadiran pameran ini tidak hanya menegaskan peran Yogyakarta sebagai pusat potensial industri grafika, tetapi juga mendorong terciptanya kolaborasi lintas sektor yang relevan bagi kebutuhan industri modern. Ia menyoroti fenomena digitalisasi yang memengaruhi dunia percetakan, namun menekankan bahwa inovasi seperti digital packaging dan pusat desain nasional yang berada di Yogyakarta menjadi peluang besar untuk memperkuat daya saing.

“Jogja memiliki banyak seniman, budayawan, dan insan kreatif. Dengan adanya pusat desain Indonesia di Yogyakarta, saya yakin kolaborasi antara industri grafika dan pemerintah akan semakin produktif. Industri berbasis UMKM juga harus menjadi bagian penting untuk kita kembangkan bersama,” ujar Hasto.

Walikota juga menekankan pentingnya peran UMKM dalam ekosistem industri percetakan. Menurutnya, meski Yogyakarta bukan kota industri besar, kontribusi UMKM mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal. Ia berharap semakin banyak pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam pameran ini sehingga dapat memperluas peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), A. Mughira Nurhani, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Jogja Printing Expo 2026. Ia menekankan bahwa pameran ini menjadi kesempatan penting bagi pelaku percetakan untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan teknologi dan regulasi industri, termasuk penerapan Permen Industri Nomor 6 Tahun 2025 yang mewajibkan penggunaan kertas food grade untuk kemasan makanan.

“Dengan adanya pameran ini, teman-teman percetakan di Jogja dapat berkolaborasi dengan industri makanan dan minuman. Harapan kami, ekosistem industri grafika, packaging, dan food & beverage di Yogyakarta dapat tumbuh bersama dan memberikan dampak positif bagi UMKM,” ungkap Mughira.

Jogja Printing Expo 2026 digelar bersamaan dengan Jogja Food & Beverage Expo, Jogja Pack & Process Expo, dan Jogja All Tea Expo, sehingga menghadirkan sinergi lintas sektor yang semakin memperkaya pengalaman pengunjung. Kehadiran empat pameran sekaligus di JEC menegaskan posisi Yogyakarta sebagai “The City of Festival”, dengan kalender event yang padat dan berkelas nasional maupun internasional.

Pameran ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri grafika di Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara UMKM, pelaku usaha besar, dan pemerintah dalam menghadapi tantangan era digital.

CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya Jogja Printing Expo 2026 di Jogja Expo Center (JEC). Pameran yang berlangsung 8–11 April ini menghadirkan beragam teknologi cetak terbaru, mulai dari bahan cetak, tinta, hingga mesin digital dan peralatan finishing modern.

Dalam sambutannya, Daud menegaskan bahwa pameran ini menampilkan teknologi cetak lintas media, tidak hanya di atas kertas, tetapi juga tekstil, akrilik, logam, kulit, dan kayu. Menurutnya, kreativitas dan inovasi mesin cetak menjadi kunci dalam mendukung perkembangan industri grafika dan industri kreatif nasional.

“Industri kreatif sangat penting karena mampu meningkatkan nilai tambah. Branding, promosi, hingga kemasan produk semuanya membutuhkan teknologi cetak. Pameran ini menjadi wadah untuk menampilkan inovasi sekaligus membuka peluang usaha baru,” ujar Daud.

Jogja Printing Expo 2026 diikuti oleh 35 perusahaan dari berbagai daerah, termasuk Yogyakarta, Surabaya, dan Jakarta. Selain perusahaan besar, lebih dari 10 UMKM turut berpartisipasi, menampilkan jasa cetak packaging, kaos, hingga printing komersial lainnya.

Daud juga menjelaskan bahwa pameran di Yogyakarta merupakan bagian dari rangkaian event industri grafika yang digelar Krista Exhibitions sepanjang tahun. Setelah Jogja, agenda berikutnya adalah Surabaya Printing Expo pada Juli 2026 di Grand City Convention Center, dan puncaknya All Print Indonesia pada Oktober 2026, yang menjadi pameran teknologi percetakan terbesar di tanah air.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Yogyakarta dan seluruh jajaran yang telah mendukung penuh terselenggaranya Jogja Printing Expo 2026. Dukungan ini menjadi dorongan besar bagi kami untuk terus menghadirkan pameran yang bermanfaat bagi industri grafika dan UMKM,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X