Jogja Food & Beverage Expo 2026: Penguatan Peran Industri Makanan-Minuman sebagai Penggerak Ekonomi

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Rabu, 8 April 2026 | 20:52 WIB
Pemotongan pita bersama menandai Dibukanya Jogja Food and Beverage Expo.Dok. Krista
Pemotongan pita bersama menandai Dibukanya Jogja Food and Beverage Expo.Dok. Krista

Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN  — Pameran Jogja Food & Beverage Expo 2026 resmi dibuka di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (8/4/2026). Acara ini digelar untuk memperkuat peran industri makanan dan minuman dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha, termasuk UMKM.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, pelaku industri, serta perwakilan negara sahabat. Hadir mewakili Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs Noviar Rahmad, yang membacakan sambutan resmi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Turut hadir Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, serta sejumlah tokoh industri dan diplomatik.

Dalam sambutan Gubernur DIY yang dibacakan Noviar Rahmad, disampaikan bahwa pameran industri makanan dan minuman memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, khususnya di sektor food and beverage yang terus berkembang pesat. Sektor ini dinilai mampu menjadi salah satu kekuatan utama dalam menstimulasi perekonomian daerah sekaligus membuka akses ke pasar internasional.

"Pameran ini merupakan sarana yang sangat efektif untuk mempromosikan produk-produk unggulan daerah, memperluas jaringan bisnis, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha. Momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh peserta, baik untuk memperkenalkan produk, menjalin kemitraan, maupun membuka akses pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun global," ujar Noviar Rahmad saat membacakan sambutan.

Lebih lanjut disampaikan, interaksi langsung antara pelaku usaha dan konsumen dalam pameran seperti ini menjadi nilai tambah yang tidak tergantikan. Melalui interaksi tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh masukan secara langsung terkait kualitas produk, tren pasar, hingga preferensi konsumen yang terus berkembang.

Pemerintah Daerah DIY juga menekankan pentingnya peran UMKM dalam mendukung pertumbuhan industri makanan dan minuman. Dengan inovasi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital, UMKM diyakini mampu bersaing tidak hanya di pasar domestik tetapi juga di tingkat global.

"Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan melalui berbagai kebijakan, pelatihan, akses pembiayaan, serta fasilitasi pemasaran. Namun demikian, keberhasilan pengembangan industri ini sangat bergantung pada semangat, kreativitas, dan kolaborasi dari seluruh pelaku usaha," lanjutnya.

Di akhir sambutan, Gubernur DIY melalui Noviar Rahmad menyampaikan harapan agar pameran ini mampu melahirkan inovasi-inovasi baru serta memperkuat posisi produk lokal di pasar nasional maupun internasional. "Dengan semangat kolaborasi dan kreativitas, kita yakin produk-produk lokal mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus menembus pasar global," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S. Lukman menyampaikan apresiasi kepada Krista Exhibitions yang telah konsisten menyelenggarakan pameran industri selama lebih dari 32 tahun. Ia menilai kehadiran Jogja Food & Beverage Expo yang kini memasuki tahun kedua menjadi wadah penting dalam pengembangan industri makanan dan minuman di daerah.

Adhi mengungkapkan, sektor makanan dan minuman merupakan salah satu kontributor terbesar bagi perekonomian nasional, dengan sumbangan lebih dari 7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta 40,3 persen terhadap industri non-migas. Pertumbuhan sektor ini bahkan mencapai 6,38 persen pada tahun lalu, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Namun demikian, ia juga mengingatkan adanya tantangan global yang dihadapi industri, termasuk dampak konflik geopolitik yang memengaruhi ketersediaan bahan baku seperti kemasan plastik. Oleh karena itu, pameran ini diharapkan dapat mendorong inovasi serta memperkuat kemandirian industri dalam negeri.

CEO Krista Exhibitions, Daud Salim, menegaskan bahwa penyelenggaraan Jogja Food & Beverage Expo 2026 tidak hanya bertujuan menghadirkan ajang pameran, tetapi juga membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan bagi seluruh pelaku industri. Menurutnya, Yogyakarta dipilih sebagai lokasi strategis karena memiliki kekuatan besar di sektor pariwisata dan kuliner yang terus berkembang.

"Melalui pameran ini, kami ingin mempertemukan pelaku industri dari hulu hingga hilir, mulai dari produsen bahan baku, pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Harapannya, akan tercipta kolaborasi yang mampu mendorong pertumbuhan industri secara menyeluruh," ujar Daud Salim.

Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara pelaku usaha besar dan UMKM menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan pameran tahun ini. Dengan melibatkan 120 peserta, termasuk 30 UMKM, pihaknya berharap terjadi transfer pengetahuan, peningkatan kualitas produk, serta perluasan jaringan pemasaran.

Halaman:

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X