LPG 3 Kg Dijaga Ketat! Pemprov Jateng dan Pertamina Pastikan Stok Aman, Penyelewengan Disikat

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 8 April 2026 | 17:46 WIB
peninjauan langsung untuk memastikan kesiapan dan kelancaran distribusi LPG subsidi di wilayah Karanganyar, tepatnya di SPPBE Wijaya Sarana Gasindo, Karanganyar pada Rabu (8/4). (Pertamina Patra Niaga RJBT)
peninjauan langsung untuk memastikan kesiapan dan kelancaran distribusi LPG subsidi di wilayah Karanganyar, tepatnya di SPPBE Wijaya Sarana Gasindo, Karanganyar pada Rabu (8/4). (Pertamina Patra Niaga RJBT)


Karanganyar, SUARA PEMBARUAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi LPG subsidi di Karanganyar tetap aman dan tepat sasaran, di tengah meningkatnya perhatian terhadap potensi penyelewengan gas 3 kg di lapangan.Baca Juga: Dituduh Mendanai Isu Ijazah Palsu Jokowi, Jusuf Kalla Laporkan Rismon ke Bareskrim Polri

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga distribusi LPG subsidi agar tepat sasaran. Ia memastikan ketersediaan stok LPG di Jawa Tengah dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir atau panik.

“Kami menjamin stok aman. Kepala daerah bersama TPID harus aktif mengawasi distribusi di lapangan, termasuk menertibkan penggunaan LPG 3 kg oleh pelaku usaha agar subsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak,” tegasnya.Baca Juga: Kadis PUPR Bengkulu : Pastikan Struktur Utama Jembatan Aman Air Martan Aman dan Kerusakan Segera Diperbaiki

Ia juga meminta masyarakat tidak terpengaruh isu dari daerah lain terkait kelangkaan LPG. Menurutnya, distribusi di Jawa Tengah berjalan lancar, tanpa adanya penimbunan, serta terus dipantau secara ketat.

Pemerintah Provinsi turut menyoroti pentingnya penggunaan LPG subsidi secara tepat sasaran. Pengawasan dan inspeksi mendadak (sidak) akan terus dilakukan, khususnya pada sektor usaha seperti hotel, restoran, katering, dan laundry. Pelaku usaha yang masih menggunakan LPG 3 kg akan ditertibkan dan diarahkan beralih ke LPG non-subsidi.Baca Juga: Pejabat Pemprov Bengkulu Tinjau Rumah Warga Terdampak Longsor dan Banjir di Seluma dan Salurkan Bantuan

Selain itu, Gubernur juga mendorong aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap praktik ilegal, seperti penimbunan dan pengoplosan LPG. Koordinasi dengan Polda Jawa Tengah terus diperkuat guna menindak pelanggaran yang merugikan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, menyampaikan bahwa stok LPG di Jawa Tengah berada dalam kondisi aman dengan ketahanan mencapai 14.752 metrik ton. Untuk wilayah Karanganyar sendiri, distribusi LPG 3 kg mencapai 143,8 metrik ton per hari melalui agen dan pangkalan resmi.Baca Juga: Bengkulu Dapat Tambahan Kuota BSPS dari Menteri PKP

Pertamina memastikan distribusi berjalan optimal dengan pengawasan berlapis serta koordinasi intensif bersama pemerintah daerah dan aparat terkait. Masyarakat juga diimbau membeli LPG di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai HET dan menjaga kestabilan distribusi.

Sebagai penutup, masyarakat diingatkan untuk menggunakan energi secara bijak, tidak menimbun, serta mengonsumsi sesuai kebutuhan. Dengan begitu, ketahanan energi di Jawa Tengah dapat terus terjaga dan dinikmati secara merata.*Baca Juga: Heboh ‘Torpedo’ di Gili Trawangan, Polisi Pastikan Aman dan Bukan Bahan Peledak



Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X