Semarang, SUARA PEMBARUAN — Arus perjalanan udara menjelang Lebaran mulai menunjukkan peningkatan. Dalam tiga hari pertama operasional Posko Angkutan Udara Lebaran 2026, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani mencatat lonjakan baik pada jumlah pesawat maupun penumpang.Baca Juga: PMI Dirikan 456 Pos Siaga Lebaran, Kerahkan 6.905 Personil Menyambut arus mudik dan balik Idulfitri
General Manager bandara, Sulistyo Yulianto, mengungkapkan bahwa tren kenaikan tersebut terlihat dari data rekapitulasi statistik angkutan Lebaran sejak 13 hingga 15 Maret 2026.
“Selama tiga hari pelaksanaan Posko Lebaran, tercatat 252 pergerakan pesawat. Angka ini meningkat 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 193 pergerakan pesawat,” ujarnya, Senin (16/3).Baca Juga: Menu Rapel MBG 4 Hari di Sleman Disorot Warganet, Harga dan Porsi Jadi Perdebatan
Peningkatan juga terjadi pada jumlah penumpang. Dalam kurun tiga hari tersebut, total penumpang yang dilayani mencapai 27.474 orang. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 22.841 penumpang.
Menurut Sulistyo, berdasarkan pemantauan trafik secara real-time, lonjakan penumpang di bandara tersebut mencapai sekitar 20 persen. Ia menilai kebijakan Work From Anywhere (WFA) menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat melalui transportasi udara, khususnya dari dan menuju Semarang.Baca Juga: SPPG Purworejo Protes Juknis MBG Mendadak, Sebut Perencanaan Menu Jadi Berantakan
“Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara masih sangat tinggi,” jelasnya.
Manajemen bandara juga memproyeksikan peningkatan trafik akan terus berlanjut hingga puncak arus mudik. Puncak pertama diperkirakan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 dengan sekitar 10.445 penumpang. Sementara puncak kedua diprediksi berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 dengan estimasi 11.480 penumpang.Baca Juga: Novel Baswedan Soroti Teror Air Keras terhadap Aktivis KontraS, Sebut Serangan Diduga Terorganisir
Secara keseluruhan selama periode Posko Lebaran, pergerakan penumpang di bandara tersebut diperkirakan meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain menyiapkan operasional penerbangan dan personel untuk menghadapi lonjakan penumpang, pengelola bandara juga memperkuat mitigasi risiko banjir. Langkah antisipasi dilakukan dengan membangun tanggul perimeter sisi udara sepanjang 1.361 meter dengan tinggi 0,9 meter serta menambah kolam hisap berkapasitas 720 meter kubik.Baca Juga: MBG di Lampung Disorot: Datang Telat, Buah Disebut Mentah hingga Busuk
Bandara juga menyiagakan 60 unit pompa di tiga rumah pompa, serta memastikan ketersediaan water pond sisi udara berkapasitas 20.790 meter kubik dan sisi darat sebesar 144.613 meter kubik.
Untuk menjaga keselamatan operasional penerbangan, manajemen bandara terus berkoordinasi dengan Perum LPPNPI, BMKG, serta seluruh pemangku kepentingan penerbangan guna memantau kondisi cuaca secara real time dan memastikan seluruh prosedur keselamatan berjalan sesuai ketentuan.*Baca Juga: Macet Panjang di Pelabuhan Gilimanuk Jadi Alarm Sistem Penyeberangan Nasional
Artikel Terkait
Mudik Mulai Mengalir, 23 Ribu Kendaraan Serbu Jateng via GT Kalikangkung di Hari Pertama OKC 2026
Mudik Aman Dimulai dari Terminal, Bus dan Sopir Dicek Ketat di Terminal Pemalang
Pertamina Pastikan Kesiapan Avtur di AFT Hasanuddin Jelang Arus Mudik Lebaran
Dari Situbondo ke Madura, 3.000 Peserta Ikuti Mudik & Balik Gratis Gunakan Kapal Laut
PMI Dirikan 456 Pos Siaga Lebaran, Kerahkan 6.905 Personil Menyambut arus mudik dan balik Idulfitri