MBG di Lampung Disorot: Datang Telat, Buah Disebut Mentah hingga Busuk

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 16 Maret 2026 | 12:50 WIB
Wali murid keluhkan MBG yang datang terlambat di Rawajitu Timur, Tulang Bawang, Lampung. (Instagram/rahmasafitri5327)
Wali murid keluhkan MBG yang datang terlambat di Rawajitu Timur, Tulang Bawang, Lampung. (Instagram/rahmasafitri5327)

 

Tulang Bawang, SUARA PEMBARUAN  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah unggahan di media sosial mengeluhkan keterlambatan distribusi makanan ke sekolah menjelang libur Lebaran.

Salah satu keluhan datang dari pembagian MBG di TK Dharma Wanita Dipasena Mulya. Dalam video yang diunggah akun Instagram @rahmasafitri5327, wali murid mengaku paket makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rawajitu Timur datang terlambat pada Jumat (13/3/2026).

Dalam narasi video tersebut dijelaskan bahwa para siswa TK sebenarnya sudah pulang sekolah sekitar pukul 09.30 WIB. Namun hingga waktu tersebut, paket MBG belum juga tiba di sekolah.

“Orang tua dan anak-anak dibubarkan dulu, kemudian diberi tahu oleh guru kalau MBG sudah datang,” ujar pemilik akun dalam video yang diunggah.

Para wali murid akhirnya diminta kembali ke sekolah untuk mengambil paket makanan bagi anak-anak mereka. Paket MBG disebut didistribusikan menggunakan perahu cepat (speed boat), sehingga titik pembagiannya dilakukan di lokasi yang dianggap paling dekat.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup menyulitkan orang tua karena harus kembali ke sekolah yang jaraknya cukup jauh dari rumah, terlebih dengan kondisi jalan yang becek akibat cuaca.

“Menurutku kurang etis kalau MBG dibagikan terlambat, apalagi jarak ke sekolah cukup jauh dan jalannya becek. Bagi yang rumahnya jauh jadi harus bolak-balik,” ujarnya.

Tak hanya wali murid, guru di sekolah tersebut juga disebut harus menunggu lebih lama untuk memastikan seluruh siswa tetap mendapatkan jatah MBG hari itu.

Ia menjelaskan bahwa guru yang biasanya pulang sekitar pukul 10.00 WIB harus tetap berada di sekolah hingga distribusi makanan selesai.

Selain keterlambatan distribusi, menu buah dalam paket MBG juga menuai sorotan. Dalam video tersebut disebutkan bahwa beberapa buah yang diterima siswa dalam kondisi kurang layak konsumsi.

“Semangkanya banyak yang masih mentah, putih dan tidak bisa dimakan. Ada juga salak dan buah naga yang busuk,” ungkapnya.

Keluhan tersebut kemudian memicu perhatian warganet yang mempertanyakan kualitas distribusi makanan dalam program MBG.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Rawajitu Timur belum memberikan keterangan resmi terkait keterlambatan pengantaran maupun kondisi makanan yang dikeluhkan oleh wali murid tersebut.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X