Jakarta, SUARA PEMBARUAN – Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, terus menjadi sorotan publik. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Jalan Salemba pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan sejumlah bukti untuk mengungkap identitas pelaku. Kasus ini pun mengingatkan publik pada peristiwa serupa yang pernah menimpa mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, pada 11 April 2017.
Saat itu, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat kediamannya di Kelapa Gading setelah menunaikan salat subuh. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serius pada mata kirinya hingga sekitar 95 persen.
Menanggapi peristiwa yang kini dialami Andrie Yunus, Novel menilai serangan tersebut sangat brutal dan berpotensi mengarah pada upaya pembunuhan.
“Dia diserang dengan cara pelakunya menyiram air keras ke area muka. Kalau area muka terkena air keras, kemungkinan besar korban bisa gagal napas dan meninggal,” kata Novel dalam konferensi pers bersama KontraS di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Menurut Novel, tindakan tersebut menunjukkan niat jahat pelaku yang setidaknya menginginkan korban mengalami cacat permanen.
“Saya ingin menggambarkan bahwa ini kejahatan yang sangat serius dan biadab. Yang diserang adalah orang baik, dia kritis, peduli, dan mencintai negaranya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Novel mengungkapkan bahwa berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang sempat dilihatnya, serangan terhadap Andrie diduga dilakukan secara terorganisir.
Ia menilai pelaku tidak hanya datang secara spontan, melainkan menunjukkan adanya pola atau tanda tertentu di lapangan yang mengindikasikan perencanaan sebelumnya.
“Pelakunya tidak hanya satu motor berdua. Ada simbol-simbol di lapangan sehingga ketika menyerang terlihat sangat terorganisir. Ini sesuatu yang direncanakan,” ungkap Novel.
Meski demikian, Novel juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian yang telah memeriksa saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Ia berharap proses penyelidikan tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga mampu mengungkap pihak yang diduga menjadi dalang di balik serangan tersebut.
“Semua yang terlibat harus diusut. Aktor intelektualnya harus dijangkau dan dimintai pertanggungjawaban yang berat,” tegasnya.
Artikel Terkait
Cemburu Buta, Pria di Kemayoran Siram Air Keras ke Mantan dan Pacar Barunya
Remaja di Tanjung Priok Alami Luka Bakar Parah Diduga Disiram Air Keras oleh Konvoi Pelajar
Polisi Perlu Usut Tuntas Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
PBHI Jakarta Kutuk Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus: Alarm Serius bagi Aktivis dan Pembela HAM
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Kapolri Perintahkan Pengusutan Tuntas