Menu Rapel MBG 4 Hari di Sleman Disorot Warganet, Harga dan Porsi Jadi Perdebatan

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 16 Maret 2026 | 14:02 WIB
Menu MBG rapel 4 hari di Pakem, Sleman yang menuai sorotan warganet. (Instagram/merapi_uncover - sppg.harjobinangun.pakem03)
Menu MBG rapel 4 hari di Pakem, Sleman yang menuai sorotan warganet. (Instagram/merapi_uncover - sppg.harjobinangun.pakem03)

 

Sleman, SUARA PEMBARUAN  – Menjelang libur Lebaran 2026, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa mulai dilakukan dengan sistem rapel atau bundling menu untuk beberapa hari sekaligus.

Kebijakan tersebut mengikuti aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara distribusi MBG selama masa libur Lebaran. Pembagian terakhir dilakukan pada 17 Maret 2026 dan akan kembali dilanjutkan pada 31 Maret 2026.

Menu rapelan yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah kemudian menjadi sorotan publik, terutama terkait porsi dan harga makanan yang dinilai tidak sebanding dengan jumlah hari pembagian.

Salah satu unggahan yang ramai dibahas berasal dari akun Instagram @merapi_uncover yang menampilkan paket MBG untuk wilayah Pakem.

Dalam foto yang beredar, terlihat menu MBG dari SPPG Harjobinangun 3 yang disebut sebagai jatah untuk empat hari, yakni Senin hingga Kamis (16–19 Maret 2026).

Untuk porsi kecil, paket makanan tersebut berisi ayam goreng ketumbar, dua jeruk baby, satu jeruk medan, serta roti empat rasa dengan total harga yang tercantum sebesar Rp32.000.

Sementara itu, paket porsi besar terdiri dari tiga jeruk baby, ayam goreng ketumbar, roti empat rasa, serta tempe sagu dengan total harga Rp40.000.

Unggahan tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet. Banyak yang mempertanyakan kesesuaian harga bahan makanan yang dilaporkan dengan harga di pasaran.

Dalam keterangan menu tersebut, harga ayam tercatat sebesar Rp16.000 untuk porsi kecil dan Rp18.000 untuk porsi besar. Selain itu, roti dalam paket tersebut juga disebut memiliki harga Rp10.000.

Sejumlah warganet kemudian membandingkan harga tersebut dengan makanan serupa yang dijual di pasaran.

“Sebenarnya baru mau bilang lumayan karena ada ayamnya, tapi ternyata itu rapelan buat empat hari,” tulis salah satu akun di kolom komentar.

Komentar lain juga menyoroti perbandingan harga makanan di warung makan dengan harga yang tercantum pada paket MBG.

Meski demikian, sebagian warganet menilai harga tersebut masih dapat dipahami jika dihitung berdasarkan alokasi anggaran MBG per hari.

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X