18 Tahun di Inggris, Coach Okie Arlivan Tegaskan Bangga Jadi WNI dan Pulang Mengabdi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Senin, 23 Februari 2026 | 06:39 WIB
Coach Okie Arlivan 18 tahun di Inggris tetap pilih WNI. Kini mengabdi di Kemendiktisaintek dan dorong diplomasi riset Indonesia. (tangkapan layar instagram )
Coach Okie Arlivan 18 tahun di Inggris tetap pilih WNI. Kini mengabdi di Kemendiktisaintek dan dorong diplomasi riset Indonesia. (tangkapan layar instagram )

Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Akademisi sekaligus pelatih sepak bola, Coach Okie Arlivan, menegaskan kebanggaannya tetap menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) meski telah 18 tahun tinggal di Inggris. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan alasan kuat di balik keputusan tersebut.Baca Juga: Kurir Sabu Digaji Rp200 Ribu, Polisi Bongkar Jaringan Narkoba di Karanganyar–Boyolali

“18 Tahun tinggal di Inggris, saya tetap bangga memilih sebagai WNI. Anak-anak saya lahir di Inggris, dan sebagai orang tua kami bangga setiap Indonesia disebut. Bukan masalah negara kita baik atau buruk, tapi Indonesia bisa berdiri sejajar dengan mereka,” tulis Coach Okie.

Selama di Inggris, ia menempuh pendidikan S2 dan S3 di kampus papan atas dunia tanpa beasiswa pemerintah, termasuk LPDP. Selain menjadi dosen di salah satu universitas, ia juga aktif sebagai pelatih sepak bola dan pengusaha. Kehidupan yang nyaman membuatnya memiliki banyak pilihan, termasuk berganti kewarganegaraan.Baca Juga: Petasan Ilegal Kian Mengkhawatirkan, Polisi Sita Puluhan Kilo Bahan Peledak di Jateng

Namun, pilihan tersebut tidak pernah ia ambil. Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa status kewarganegaraan bukan sekadar dokumen administratif.

“Paspor bisa memberi akses ke dunia. Tetapi kewarganegaraan memberi tanggung jawab kepada sejarah, rakyat, dan masa depan bangsa. Saya memilih tetap WNI,” tulisnya.Baca Juga: Pasca KKB Rampas Senjata di Jalan Tambang, Tokoh Masyarakat Kimbeli: Kita Jaga Tembagapura Bersama, Jangan Biarkan Rakyat Takut Lagi

Tahun lalu, Coach Okie mengaku mendapat panggilan untuk mengabdi kepada negara. Ia menyebut kesempatan tersebut sebagai kehormatan besar, meski harus meninggalkan kenyamanan hidup di luar negeri.

“Upah yang jauh lebih kecil, fasilitas yang tidak seberapa jika dibandingkan kehidupan di UK, tetapi jika negara memanggil, tidak sejengkal pun saya menolak,” lanjutnya.Baca Juga: Wali Kota Dedy Wahyudi Segera Terbitkan SE Pemberlakuan Jam Malam Pelajar SD/SMP di Kota Bengkulu

Kini, ia membantu Indonesia memperkuat diplomasi ilmu pengetahuan, riset, dan teknologi melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Perannya difokuskan untuk membangun jejaring internasional dan meningkatkan kolaborasi riset global.

Coach Okie berharap kisahnya dapat menginspirasi generasi muda Indonesia, khususnya diaspora, untuk tetap berkontribusi bagi tanah air. Ia menutup unggahannya dengan prinsip sederhana namun kuat: “Right or wrong is my Country.”Baca Juga: Kebijakan Siswa SMA/SMK di Bengkulu Dilarang Bawa HP ke Sekolah Masih Tahap Evaluasi

Menurutnya, loyalitas kepada bangsa bukan soal fasilitas, melainkan panggilan nurani untuk ikut membangun masa depan Indonesia agar mampu bersaing di kancah dunia.Baca Juga: Wali Kota Dedy Wahyudi Buka Puasa Bersama Ratusan Anak Yatim Binaan Pejabat Pemkot Bengkulu

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X