Melalui inisiatif tersebut, para jurnalis yang masih menggunakan atap berbahan asbes, seng, maupun atap lama yang sudah rusak, berkesempatan menggantinya dengan atap Alduro, produk unggulan dari SKI. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian wartawan sekaligus mendukung penggunaan material yang lebih ramah lingkungan.
Direktur Utama PT Sirkular Karya Indonesia, Sugiarto Romeli, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kepedulian perusahaan terhadap persoalan sampah plastik di Indonesia. Menurutnya, sejak pandemi Covid-19, masalah limbah plastik semakin mengkhawatirkan dan hingga kini belum memiliki solusi yang menyeluruh.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Finalisasi Pelaksanaan Safari Ramadan 1447 Hijriah, Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Ia menilai, beberapa jenis plastik seperti botol PET memang sudah memiliki sistem daur ulang, meski sebagian besar masih sebatas dicacah dan dijual kembali. Namun, belum banyak perusahaan yang secara serius berfokus pada pengelolaan sampah plastik secara berkelanjutan.
Berangkat dari pengalaman perusahaan induk yang bergerak di sektor plastik, SKI berupaya menghadirkan solusi melalui konsep ekonomi sirkular. Tujuannya adalah mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam sekaligus mengolah limbah plastik menjadi produk bernilai, termasuk bahan atap.Baca Juga: Pastikan Stok & Distribusi Aman, Khofifah Sidak Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional
Dalam pemaparannya, Sugiarto juga menjelaskan keunggulan atap Alduro dibandingkan seng. Salah satu kelebihannya adalah kemampuan meredam suara hujan sehingga rumah menjadi lebih tenang. Selain itu, material ini juga dinilai mampu menurunkan suhu di dalam rumah hingga sekitar 10 persen.
Ia mencontohkan, ketika suhu di luar mencapai 35 derajat Celsius, suhu di dalam rumah dapat bertahan di kisaran 31–32 derajat. Hal ini berbeda dengan seng yang justru membuat suhu ruangan meningkat, bahkan bisa mencapai 45 derajat.Baca Juga: Gubernur Salurkan Bansos Rp 7,7 Miliar di Kabupaten Pasuruan
Dari segi kekuatan, Alduro disebut lebih kokoh dan tidak mudah rapuh dibanding seng. Produk ini juga telah melalui uji kelayakan dari lembaga pengujian.
Sementara itu, dibandingkan asbes, Alduro dinilai lebih aman karena tidak mudah pecah. Asbes, menurutnya, bisa retak atau patah akibat benturan ringan, seperti tertimpa buah.Baca Juga: BI Bengkulu Siapkan Uang Layak Edar Rp 2,08 T Untuk Kebutuhan Ramadan dan Idulfitri 1447
Ia juga mengingatkan bahwa debu serat asbes berpotensi membahayakan kesehatan dan meningkatkan risiko kanker jika terhirup. Berbeda dengan Alduro yang telah diuji ketahanan sinar UV hingga 10 tahun pemakaian tanpa menimbulkan risiko tersebut.
Sugiarto menegaskan bahwa meski atap hanya mencakup sekitar 5 persen dari struktur rumah, perannya sangat besar dalam menentukan kenyamanan hunian. Karena itu, pemilihan atap yang tepat menjadi faktor penting bagi kualitas hidup penghuninya.Baca Juga: Ojol Tewas di Atas Motor di Batam, Diduga Kelelahan Saat Cari Nafkah
Ia berharap kolaborasi antara SKI dan Promedia Group dapat memberikan manfaat nyata bagi wartawan, khususnya mereka yang membutuhkan perbaikan atap rumah.*
Artikel Terkait
Tekan Angka Kemiskinan Ekstrem, Pemkot Bengkulu Fokus Program Bedah Rumah Tak Layak Huni
Aparat Geledah Rumah Petani Pino Raya Korban Penembakan Keamanan PT ABS
Hujan Angin Mengamuk 1 Jam Rusak Sejumlah Rumah Warga dan Fasilitas Publik di wilayah Kalasan SMPN2 Kalasan Terdampak Cukup Parah
Program Tiga Juta Rumah, Bengkulu Dapat Alokasi Program PSPS 1.172 Unit
Viral! Suami di Grobogan Belah Rumah Usai Bongkar Dugaan Perselingkuhan Istri