Surat Gembala Prapaskah 2026, Uskup Agung Semarang Mgr Robertus Rubiyatmoko Ajak Umat Perbarui Hidup dan Peduli Sesama

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:15 WIB
Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr, saat penetapan Gereja Santa Maria Bunda Allah Plamongan Indah menjadi paroki mandiri, Sabtu (25/1/2025).  (SP/youtube  UPPKKAS)
Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang, Mgr Robertus Rubiyatmoko Pr, saat penetapan Gereja Santa Maria Bunda Allah Plamongan Indah menjadi paroki mandiri, Sabtu (25/1/2025). (SP/youtube UPPKKAS)

 



Semarang, SUARA PEMBARUAN  — Menjelang Masa Prapaskah 2026, Uskup Agung Robertus Rubiyatmoko mengajak umat Keuskupan Agung Semarang untuk memperbarui hidup, menata hati, serta semakin peduli kepada sesama melalui puasa, doa, dan derma. Ajakan tersebut disampaikan dalam Surat Gembala Prapaskah yang dibacakan pada Minggu Biasa VI, 14–15 Februari 2026.Baca Juga: Cegah Kelangkaan Selama Ramadan, Disdag Bengkulu Utara Perketat Penyaluran Gas Elpiji 3 Kg

Dalam suratnya, Uskup menegaskan bahwa Masa Prapaskah yang akan dimulai pada Rabu Abu, 18 Februari 2026, bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan waktu penuh rahmat untuk bertobat dan memperdalam relasi dengan Tuhan. Masa ini menjadi kesempatan bagi umat untuk membersihkan hati agar hidup semakin selaras dengan kehendak-Nya.Baca Juga: Selama Ramadan Jam Kerja ASN Pemprov Bengkulu Dikurangi

Ia mengingatkan bahwa Sabda Tuhan pada Minggu Biasa VI memberikan terang dalam perjalanan iman. Dalam bacaan Kitab Putra Sirakh, umat diajak menentukan pilihan hidup: setia kepada Tuhan yang membawa kehidupan, atau menjauh dari-Nya yang berujung pada kematian. Tuhan, menurutnya, tidak memaksa, melainkan mengajak setiap orang memilih hidup dan bertanggung jawab atas pilihannya.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Sidak Pasar Pastikan Harga dan Stok Sembako Stabil Jelang Bulan Ramadan

Sementara itu, dalam surat Santo Paulus kepada jemaat Korintus, umat diajak memahami bahwa kebijaksanaan Tuhan berbeda dari kebijaksanaan dunia. Kebijaksanaan ilahi hanya dapat dipahami oleh mereka yang membuka hati dan dipimpin Roh Kudus.

Melalui Injil Matius, Yesus menegaskan bahwa ketaatan sejati tidak hanya lahiriah, tetapi berasal dari hati. Tidak cukup hanya menghindari dosa secara tindakan, namun juga menjaga kemurnian hati, mengendalikan amarah, serta hidup jujur dan tulus dalam keseharian.Baca Juga: Pemprov Bengkulu Sidak Pasar Pastikan Harga dan Stok Sembako Stabil Jelang Bulan Ramadan

Uskup menegaskan bahwa Sabda Tuhan tersebut selaras dengan tema APP 2026, yaitu “Gereja yang Kudus Mengupayakan Terwujudnya Masyarakat yang Gembira dan Sejahtera.” Tema ini juga mendukung ARDAS IX 2026–2030 yang menekankan Gereja sebagai komunitas yang kudus, gembira, menjadi teladan, dan menghadirkan kesejahteraan.

Menurutnya, kegembiraan sejati tidak hanya lahir dari kecukupan materi, tetapi dari hidup yang utuh secara pribadi, batin, dan sosial. Umat dipanggil menjadi teladan dengan memulai kebaikan dan menginspirasi orang lain melalui tindakan nyata. Gereja juga diajak menghadirkan kesejahteraan, terutama bagi mereka yang miskin, tertindas, tersisih, dan difabel.Baca Juga: Rayakan Valentine 2026, Bajaj Maxride Apresiasi 10 Mitra Terbaik di Semarang

Ia menegaskan bahwa pertobatan nyata diwujudkan melalui kepedulian kepada mereka yang mengalami kesulitan, seperti orang sakit, penganggur, korban ketidakadilan, lansia yang kesepian, keluarga dengan kekerasan, hingga korban bencana.

Puasa, menurutnya, bukan hanya menahan makan, tetapi juga mengendalikan keinginan dan hidup sederhana agar lebih peka terhadap sesama. Doa membantu umat melihat kehidupan dengan cara pandang Allah, sehingga hati menjadi lembut dan penuh belas kasih.Baca Juga: Peneliti ITS, Fenomena Tanah Bergerak Bukan Kejadian Tunggal

Selain itu, derma menjadi wujud konkret iman. Memberi tidak harus dari kelebihan, tetapi dari ketulusan untuk memulihkan martabat manusia. Dana sosial Gereja, seperti APP, dana orang miskin, pendidikan, kesehatan, dan bantuan bencana, diharapkan digunakan secara tepat sasaran.

Uskup juga mengajak paroki, lingkungan, dan komunitas untuk mendata umat yang membutuhkan, seperti keluarga miskin, lansia, dan anak sekolah dari keluarga kurang mampu. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong serta menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari pertobatan.Baca Juga: InJourney Destination Management Buka Mudik Gratis BUMN 2026 Rute Jakarta-Yogyakarta

“Semoga Masa Prapaskah ini menjadi sarana pertobatan pribadi dan bersama, sehingga Gereja semakin gembira, menjadi teladan, dan menghadirkan kesejahteraan,” tulisnya.

Dalam bagian akhir surat, Uskup mengingatkan ketentuan puasa dan pantang 2026. Rabu Abu, 18 Februari 2026, dan Jumat Agung, 3 April 2026, merupakan hari puasa. Pantang dilakukan pada Rabu Abu dan setiap Jumat selama Masa Prapaskah.Baca Juga: Direksi Pertamina Tinjau AFT Sam Ratulangi Pastikan Kesiapan Operasional Jelang Ramadan 2026

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X