Makan 12 Anggur di Bawah Meja, Ritual Tahun Baru yang Bikin Penasaran

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 31 Desember 2025 | 18:32 WIB
Tradisi dan mitos makan anggur saat malam tahun baru. (Freepik/stockking)
Tradisi dan mitos makan anggur saat malam tahun baru. (Freepik/stockking)

 


Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Pergantian tahun selalu identik dengan harapan baru agar kehidupan di tahun mendatang berjalan lebih baik. Dari momen ini, berbagai tradisi hingga mitos pun bermunculan sebagai simbol doa dan keinginan yang ingin diwujudkan.Baca Juga: Dana Siap Pakai Triliunan Rupiah Siap Pulihkan Bencana Sumatra

Salah satu tradisi yang belakangan kembali viral adalah makan 12 anggur di bawah meja saat malam tahun baru. Ritual ini dipercaya membawa keberuntungan, terutama dalam urusan asmara, jodoh, dan kehidupan personal.

Tradisi ini dikenal luas di berbagai negara dan disebut berasal dari Spanyol dengan nama Las doce uvas de la suerte atau 12 anggur keberuntungan. Setiap butir anggur melambangkan satu bulan dalam setahun, sekaligus doa agar setiap bulan dipenuhi hal-hal baik.Baca Juga: PNM Dorong UMKM Naik Kelas lewat Pembiayaan Berbasis Pemberdayaan

Anggur sendiri dianggap sebagai simbol kelimpahan dan energi positif. Sementara posisi di bawah meja dimaknai sebagai bentuk perlindungan saat seseorang memanjatkan harapan dan keinginan untuk tahun yang akan datang.

Menurut kepercayaan yang berkembang, anggur sebaiknya dimakan satu per satu mengikuti dentang jam pergantian tahun. Jika seluruh 12 anggur berhasil dihabiskan dalam satu menit, maka keberuntungan, kesuksesan, dan percintaan yang harmonis diyakini akan menyertai sepanjang tahun.Baca Juga: Arifuddin Saeni, Si Tangan Dingin Memimpin KONI Gowa

Sebaliknya, jika tidak mampu menghabiskan semuanya, sebagian orang meyakini keberuntungan di tahun tersebut tidak akan maksimal. Meski demikian, banyak pula yang menyarankan agar aturan waktu ini tidak dipaksakan demi menghindari risiko tersedak, dan lebih fokus pada makna harapan di balik setiap buah anggur.

Mengutip berbagai sumber, tradisi ini bermula di Madrid pada akhir abad ke-19. Kala itu, masyarakat Spanyol memanfaatkan surplus hasil panen anggur dengan mengonsumsinya di malam tahun baru bersama minuman perayaan. Seiring waktu, ritual ini menyebar ke Amerika Latin dan kini kembali populer berkat media sosial.Baca Juga: Apel Gabungan Tutup Tahun, 41 ASN Pemkot Bengkulu Berprestasi Dapat Hadiah dari Wali Kota Dedy Wahyudi



Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X