GOWA - SUARA PEMBARUAN - Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, berakhir Selasa (30/12). Drs Arifuddin Saeni secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua KONI Kabupaten Gowa periode 2025–2029.
Kadis Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Gowa yang juga Ketua Umum Tapak Suci Putra Muhammadyah, ini awalnya sudah diprediksi bakal menakhodai lembaga keolahragaan tersebut, dia dinyatakan memenuhi syarat, apalagi dengan bekal 17 dukungan tertulis dari berbagai pemimpin Cabang Olahraga (Cabor) di Gowa.
Arifuddin dikenal sebagai sosok pamong yang bertangan dingin, hal itu terbukti, selama memimpin Dinas Kominfo SP Gowa, berbagai prestasi dan penghargaan mengharumkan nama Gowa di tingkat provinsi dan nasional. Tak kalah hebatnya lagi, saat diberi amanah menjadi Ketua Umum Tapak Suci Putra Muhammadyah, salah satu atlet pencak silat itu menorehkan sejarah prestasi terbaik di tingkat Intrernasional.
Saat menutup Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) KONI Kabupaten Gowa di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa (30/12), Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin patut berbesar harap dengan kepemimpinan Arifuddin di KONI terutama dalam mencetak atlet berprestasi.
Darmawangsyah Muin yang juga menjabat Ketua Umum KONI Sulawesi Selatan menyampaikan ucapan selamat atas terpilihnya Arifuddin Saeni.
Ia berharap kepemimpinan baru KONI Gowa mampu bergerak cepat, menghadirkan nuansa serta semangat baru, khususnya bagi para atlet dan cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Gowa.
"Selamat atas terpilihnya Bapak Arifuddin Saeni secara aklamasi. Semoga sukses memimpin KONI Gowa empat tahun ke depan. Saya berharap bisa bekerja cepat, memberi nuansa dan spirit baru bagi atlet serta cabor kita, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi Porprov 2026 di Kabupaten Wajo dan Bone," ujarnya.
Ia mengingatkan agar pengurus KONI Gowa tetap optimistis meskipun tengah menghadapi keterbatasan anggaran. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh mengurangi fokus pembinaan dan target prestasi olahraga daerah.
"Kita harus tetap menunjukkan prestasi, meski ada badai efisiensi anggaran. Gowa sudah menunjukkan perkembangan olahraga yang baik, dipercaya menjadi tuan rumah Gubernur Cup 2025, serta memiliki atlet berprestasi mulai dari dayung hingga pencak silat yang tampil di tingkat internasional," tambahnya.
Ia juga menargetkan kontingen Sulawesi Selatan pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTB dan NTT mampu menembus 10 besar nasional.
Olehnya, ia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan KONI kabupaten/kota serta kepala daerah se-Sulsel guna mewujudkan target tersebut.
"Target kita harga mati masuk 10 besar PON 2028. Jika anggaran daerah tidak mencukupi, kita akan membangun kerja sama dengan seluruh Ketua KONI daerah serta bupati dan wali kota se-Sulsel agar target itu tercapai," tegasnya.
Usai Porprov Sulsel 2026, Darmawangsyah juga menekankan pentingnya memaksimalkan pembinaan atlet dan cabor potensial peraih medali emas PON. Sehingga seluruh pengurus agar mengesampingkan kepentingan politik dan fokus pada pembinaan olahraga secara profesional.
"Hilangkan kepentingan politik. Kita ingin olahraga Sulsel sukses. Lihat secara jernih atlet berprestasi dan potensi yang bisa dikembangkan untuk meraih emas di PON," katanya.