BPH Migas–PGN Pastikan Gas Bumi Jatim Aman Selama Nataru

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Selasa, 30 Desember 2025 | 11:39 WIB
BPH Migas bersama PGN melakukan monitoring lapangan ke pelanggan dan fasilitas gas bumi di Jawa Timur guna memastikan pasokan tetap aman dan andal selama periode Natal dan Tahun Baru.
BPH Migas bersama PGN melakukan monitoring lapangan ke pelanggan dan fasilitas gas bumi di Jawa Timur guna memastikan pasokan tetap aman dan andal selama periode Natal dan Tahun Baru.

 


Surabaya, SUARA PEMBARUAN — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pelanggan dan fasilitas offtake station PGN di Jawa Timur.Baca Juga: Apel Gabungan Tutup Tahun, 41 ASN Pemkot Bengkulu Berprestasi Dapat Hadiah dari Wali Kota Dedy Wahyudi

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan gas bumi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Monitoring dipimpin Kepala BPH Migas Wahyudi Anas bersama jajaran pimpinan PGN dan Pertagas. Kegiatan ini bertujuan menjamin distribusi gas bumi tetap aman bagi pelanggan industri, komersial, rumah tangga, serta sektor layanan publik strategis selama libur panjang.Baca Juga: Ribuan Hektare Wilayah Adat di Bengkulu Alami Konflik

Wahyudi menegaskan, suplai gas bumi selama Nataru berada dalam kondisi sangat aman tanpa gangguan operasional. Kapasitas pasokan dinilai lebih dari cukup, sistem distribusi berjalan normal, dan pasokan untuk sektor kelistrikan tetap stabil.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah RS William Booth Surabaya yang telah menggunakan gas bumi sejak 1998 tanpa gangguan pasokan.Baca Juga: Wali Kota Bengkulu Ajak Warga Rayakan Pergantian Tahun Gelar Kegiatan Positif

Selain andal, penggunaan gas bumi juga memberikan efisiensi biaya hingga sekitar 53 persen. Kunjungan juga dilakukan ke PT Indospring Tbk di Gresik, pelanggan industri dengan konsumsi sekitar 1,2 juta standar kaki kubik per bulan, yang tengah mengembangkan fasilitas produksi baru.

Menurut Wahyudi, kunjungan lapangan ini menegaskan sinergi regulator, operator pipa transmisi, dan badan usaha niaga dalam menjaga kontinuitas penyaluran gas bumi.Baca Juga: Tukar Botol Jadi Pulsa, Indosat Gandeng POLINES Dorong Gerakan Pilah Sampah

Dari sisi PGN, Direktur Manajemen Risiko Eri Surya Kelana menyampaikan bahwa Satgas Nataru telah dibentuk sejak November hingga 11 Januari, dengan fokus pada keandalan infrastruktur, pemenuhan kontrak pasok, serta strategi keandalan termasuk penyediaan pasokan alternatif seperti CNG.

Sementara itu, General Manager PGN SOR III Hedi Hedianto mengungkapkan realisasi penyaluran gas selama Nataru di wilayahnya mencapai sekitar 236–241 BBTUD, dengan mayoritas dialokasikan untuk pembangkit listrik.

PGN memastikan layanan gas bumi tetap optimal agar seluruh pelanggan aman selama periode Nataru.*Baca Juga: Firman Soebagyo Ajak Sambut Tahun Baru dengan Empati, Bukan Euforia

 

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X