Stok BBM dan Gas Jelang Nataru Aman, Gubernur Fakhiri Warning Oknum Penimbunan BBM

Photo Author
Roberth Vanwi, Suara Pembaruan
- Rabu, 3 Desember 2025 | 17:39 WIB
Pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan Gas jelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Provinsi Papua dipastikan aman.Gubernur Papua Matius D Fakhiri saat memberi keterangan kepada media (Cholid)
Pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan Gas jelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Provinsi Papua dipastikan aman.Gubernur Papua Matius D Fakhiri saat memberi keterangan kepada media (Cholid)

Jayapura,SUARAPEMBARUAN - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan Gas jelang hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Provinsi Papua dipastikan aman. Hal itu diungkapkan Gubernur Papua Matius D Fakhiri ketika mengecek langsung stok di Pertamina, Rabu (3/12/2025) siang.

Gubernur Fakhiri menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir, karena pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Pertamina

Gubernur Fakhiri turut menyoroti adanya antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Menurutnya, kondisi itu tak boleh terus dibiarkan, terutama menjelang periode liburan. 

Ia pun meminta dinas perhubungan dan pihak kepolisian mencari pola penataan suplai dan pelayanan agar masyarakat tidak terganggu saat kebutuhan energi meningkat, termasuk mengawasi oknum-oknum yang hendak melakukan penimbunan BBM 

“Harus diatur agar antrean tidak mengganggu aktivitas harian masyarakat. Saya juga pastikan tidak ada oknum yang bermain," ucapnya.

Sementara itu Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua–Maluku, Awan Raharjo, menyampaikan bahwa pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Nataru yang mulai aktif sejak 13 November dan akan bertugas hingga dua minggu setelah tahun baru. 

Satgas ini, nantinya akan memastikan pengamanan pasokan BBM dalam rangka menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

Pertamina juga memprediksi adanya kenaikan konsumsi BBM antara 5 hingga 10 persen, termasuk untuk bensin, solar, minyak tanah, dan LPG. Kenaikan tersebut telah diantisipasi melalui peningkatan suplai ke semua terminal BBM di wilayah operasional Papua dan Maluku. “Stok seluruh produk berada di atas 10 hari ketahanan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Awan. *

Editor: Roberth Vanwi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X