Satu Panggung, Seribu Empati: Jogja Hanyengkuyung Sumatera

Photo Author
Philipus Anton, Suara Pembaruan
- Senin, 22 Desember 2025 | 18:52 WIB
Para penggagas Jogja Hanyengkuyung Sumatra.
Para penggagas Jogja Hanyengkuyung Sumatra.

Yogyakarta, Suara Pembaruan - Yogyakarta kembali menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa melalui konser solidaritas bertajuk Jogja Hanyengkuyung Sumatra. Acara ini digelar untuk menggalang donasi bagi korban bencana ekologis di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Selasar Timur Stadion Maguwoharjo, Sleman, akan menjadi saksi pada Selasa, 23 Desember 2025, mulai pukul 14.00 WIB, ketika musik dan kepedulian bersatu dalam satu panggung.

Sebanyak 13 band lintas generasi siap tampil, di antaranya Letto, Jikustik, Shaggydog, Kunto Aji, Jumat Gombrong, Jahanam, Korekayu, Tembang Gula, Wawes, Ngatmo Mbilung, Rebellion Rose, YKHC, dan Hasan Aftershine. Kehadiran mereka menjadi magnet utama yang diyakini mampu menggerakkan solidaritas publik. Tiket konser dijual mulai dari Rp 50 ribu hingga nominal tak terbatas, baik secara langsung maupun melalui platform Artatix. Seluruh hasil penjualan tiket akan didonasikan sepenuhnya untuk korban bencana di Sumatra, sehingga setiap tiket yang dibeli adalah bentuk nyata kepedulian.

Ketua panitia, Ganesha, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata tradisi *tulung tinulung* yang telah mengakar di Yogyakarta. Tidak hanya seniman dan musisi, berbagai elemen masyarakat turut terlibat, termasuk Masjid Jogokaryan dan Pekerja Event Jogja (PEJ). Donasi akan dikelola oleh Masjid Jogokaryan yang telah memiliki posko di lokasi bencana dan sistem distribusi yang transparan, dengan laporan penyaluran yang akan dipublikasikan melalui media sosial. Koordinator program acara, Donny Saputro, menuturkan bahwa kegiatan ini awalnya hanya dirancang sederhana, namun dukungan luar biasa dari musisi, komunitas, hingga Surya Group membuat acara ini berkembang menjadi gerakan besar. Semua persiapan dilakukan hanya dalam waktu satu minggu, sebuah bukti bahwa Jogja memang solid dalam urusan gerakan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga akan memberikan penghargaan kepada para donatur yang menyumbang di atas Rp 10 juta. CEO Surya Group, Muhammad Suryo, tercatat sebagai penyumbang terbesar dan menyampaikan apresiasi kepada para musisi serta panitia yang telah menggagas acara ini. Menurutnya, kegiatan ini adalah bagian dari perwujudan persatuan Indonesia, bahwa anak bangsa harus saling membantu di manapun dan dalam bentuk apapun. HS sebagai bagian dari masyarakat merasa perlu ikut terlibat dalam membantu sesama.

Semangat kebersamaan ini berawal dari obrolan ringan antar teman yang kemudian berkembang menjadi gerakan besar. Doni Saputra, salah satu penggagas, mengakui bahwa awalnya acara hanya direncanakan kecil-kecilan di JNM atau Wangan. Namun berkat dukungan HS dan komunitas PEJ, kegiatan ini melebar menjadi wadah besar bernama Jogja Nyengkuyung Jumatannya. Konsekuensinya memang semua harus ditambah, lebih besar dan lebih melebar, tetapi semakin banyak kebutuhan justru semakin banyak pula teman-teman yang siap membantu. Dukungan media lokal dan nasional turut memperkuat gaung acara ini, dengan jurnalis dan pegiat media sosial yang membantu menyebarkan kabar baik agar semakin banyak masyarakat mengetahui dan berpartisipasi. Panitia menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada media yang telah hadir dan mendukung publikasi acara ini.

Gerakan ini bukan sekadar penggalangan dana, melainkan simbol solidaritas Jogja untuk Sumatra. Panitia menegaskan bahwa meski bantuan yang terkumpul mungkin tidak mampu menutup seluruh kebutuhan, semangat kebersamaan ini diharapkan menjadi berkah. Seperti diibaratkan Doni, usaha ini mungkin hanya setetes air yang dibawa semut untuk memadamkan api besar, kecil secara jumlah, tetapi bersama-sama bisa berarti besar. Jogja kembali membuktikan bahwa musik, kepedulian, dan kebersamaan mampu menyatukan energi untuk membantu sesama.

Editor: Philipus Anton

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X