Yogyakarta, SUARA PEMBARUAN – Senja turun perlahan di Titik Nol Kilometer. Cahaya lampu jalan berbaur dengan riuh musik, aroma kopi, dan langkah wisatawan yang menyusuri Malioboro. Di tengah keramaian itu, sebuah panggung sederhana menghadirkan sosok yang memancarkan ketenangan: Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara.
Talkshow bertajuk Tokoh Perempuan Inspiratif menjadi salah satu momen paling intim dalam rangkaian Malioboro Culture Vibes 2025. Tidak ada jarak antara panggung dan penonton; yang hadir hanyalah percakapan hangat tentang budaya, wellness, dan keseimbangan hidup. GKR Bendara berbicara bukan dengan bahasa formal, melainkan dengan tutur yang membumi, seolah mengajak semua orang untuk berhenti sejenak dan merasakan energi Yogyakarta.
Baca Juga: Jakarta Perkuat Komitmen Jadi 'Kota Sinema' lewat Keikutsertaan Perdana di JAFF Market 2025
“Malioboro Culture Vibes bukan sekadar pesta budaya,” ujarnya, “tetapi ruang yang menyehatkan jiwa. Tempat kita bisa melakukan grounding, merasakan tanah, udara, dan energi yang membuat batin tenang.” Kata-katanya mengalir seperti doa, mengingatkan bahwa wellness tidak selalu lahir dari fasilitas mewah, melainkan dari kesederhanaan hidup yang dekat dengan alam dan tradisi.
Ia berbagi rahasia kesehariannya: berjalan di halaman rumah, menikmati udara pagi, atau sekadar merasakan tanah di bawah kaki. Baginya, keselarasan lahir dari kesadaran sederhana. Publik tersenyum ketika ia menyebut makanan favoritnya—sayur lodeh, kronyos, soto daging sapi—yang bukan sekadar kuliner, melainkan filosofi wellness ala Jawa: hangat, bergizi, dan membuat tubuh merasa aman.
Baca Juga: Amar Bank Terlibat Aktif Untuk Dorong UMKM dan Industri Kreatif
Sorak kecil terdengar ketika GKR Bendara dengan jujur mengungkap rahasia kecantikannya. “Saya tidak pernah luluran,” katanya sambil tersenyum. “Saya memilih perawatan natural: tidur cukup, minum air putih, makan sehat, dan menjaga hati tetap rileks. Kalau batin selaras, wajah akan ikut jernih.” Kalimat itu disambut tepuk tangan, seolah publik menemukan inspirasi baru tentang kecantikan yang lahir dari dalam.
Di luar panggung, Malioboro Culture Vibes 2025 berlangsung meriah. Ada fashion show di pedestrian, pertunjukan tari dari 169 kampung, konser musik di Titik Nol, hingga aksi memasak besar ribuan porsi sayur lodeh dan brongkos. Namun, talkshow ini menjadi titik hening di tengah riuh, sebuah ruang refleksi yang memperlihatkan bagaimana energi perempuan bisa menyulam harmoni kota.
Malioboro malam itu bukan hanya tentang hiburan. Ia menjelma menjadi ruang wellness, ruang budaya, ruang perjumpaan. Dan di tengahnya, GKR Bendara hadir sebagai simbol bahwa inspirasi bisa lahir dari kesederhanaan, bahwa kecantikan sejati tumbuh dari batin yang selaras, dan bahwa Yogyakarta selalu punya cara untuk menyentuh hati setiap orang yang datang.
Artikel Terkait
Pemda DIY Ajak Tenant Teras Malioboro Perluas Jaringan Bisnis
Nguber Drummer Street Jam Goes to Malioboro penuh Suka-cita
Jakarta Perkuat Komitmen Jadi 'Kota Sinema' lewat Keikutsertaan Perdana di JAFF Market 2025