Mahfud Jadi Teladan, Mundur Dari Jabatan

Photo Author
Administrator, Suara Pembaruan
- Kamis, 1 Februari 2024 | 13:57 WIB

Mahfud MD. (Ft. Ant)

Jakarta-Suarapembaruan.news. Mahfud MD, resmi mengundurkan diri dari posisi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) di Kabinet Indonesia Maju (KIM).

Mahfud menyerahankan surat permohonan pengunduran dirinya kepada Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteri Sekretariat Negara Pratikno di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/2/2024).

Rencana mundurnya Mahfud dari kabinet sudah muncul sejak beberapa pekan terakhir, Rabu (31/1/2024), Mahfud secara terbuka menyatakan telah menyiapkan surat pengunduran diri untuk disampaikan  kepada Jokowi.

"Saya secara resmi dan dengan penuh hormat hari ini menyatakan mohon berhenti dengan sebuah surat itu," kata Mahfud  kepada wartawan di Istana.

Pertemuannya dengan Jokowi berlangsung kurang lebih 10 menit, singkat dan santai, penuh dengan kegembiraan. Keduanya saling bercerita ketika roda Kabinet Indonesia Maju baru berjalan.

Mahfud menyampaikan terima kasih Kepada Jokowi lantaran telah dipercaya menjabat Menko Polhukam sejak 19 Oktober 2019. Dan itu dianggap Mahfud sebuah penghormatan dari Jokowi kepada dirinya.

"Pengangkatannya penuh penghormatan kepada saya dan penghormatan saya kepada beliau pada saat itu," ujarnya.

Mahfud konsisten mundur dari jabatan Menko Polhukam, sikap itu sebagai contoh karena dirinya maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 pendamping Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan (PDI-P) dan didukung PPP. Keputusan mundur itu mendapat apresiasi dan pujian.

Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Rijana Hardjapamekas menyebut  Mahfud menjadi teladan nyata seorang pemimpin yang mampu mengendalikan syahwat kekuasaannya.

"Ketika aturan membolehkan pun, ia tidak memanfaatkan apalagi menikmati, karena mengutamakan nilai kepatutan," ujar Erry Rijana, dikutip dari siaran pers, Rabu (31/1/2024).

Prabowo Tak Mundur

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Ahmad Muzani merespons mundurnya cawapres nomor urut 3, Mahfud MD dari Menko Polhukam yang disebut demi menghindari konflik kepentingan.

Namun, untuk Prabowo,  pihaknya menyarankan agar capres nomor urut 2 itu tidak mundur dari Menteri Pertahanan (Menhan).

"Kami menyarankan kepada Pak Prabowo untuk tidak perlu mundur sebagai Menhan," ujar Muzani saat ditemui di Medcen TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2024) malam.

Muzani menyampaikan, TKN meminta kepada Prabowo untuk menyelesaikan tugasnya sampai akhir periode sebagai Menhan.

Lagi pula, kata dia, selama jadi capres, Prabowo tahu waktu kapan harus cuti dan kapan harus melaksanakan tugas negara.

Muzani memastikan tidak akan terjadi benturan konflik kepentingan walau Prabowo tidak mundur. (SP.news/MK Said)

Editor: Administrator

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X