Jelang Hadapi Brazil, Timnas U-17 Fokus Perkuat Mental Usai Kalah dari Zambia

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 6 November 2025 | 11:36 WIB
Pelatih Nova Arianto memberi arahan kepada pemain Timnas U-17 saat latihan di Aspire Academy, Doha, jelang laga kontra Brazil.
Pelatih Nova Arianto memberi arahan kepada pemain Timnas U-17 saat latihan di Aspire Academy, Doha, jelang laga kontra Brazil.

Al Rayyan, SUARA PEMBARUAN – Timnas Indonesia U-17 membuka langkah di Piala Dunia U-17 2025 dengan hasil kurang memuaskan. Bertanding di Aspire Zone, Qatar, Selasa (4/11), skuad Garuda Muda harus mengakui keunggulan Zambia dengan skor 1-3 pada laga pembuka Grup H.

Dengan hasil ini, Indonesia menempati posisi ketiga klasemen sementara tanpa poin, sementara Brazil berada di puncak setelah mencatat kemenangan telak 7-0 atas Honduras. Selanjutnya, Indonesia akan menghadapi Brazil pada Jumat (7/11) malam, sebelum berduel melawan Honduras pada Senin (10/11).

Menjelang laga kontra Brazil, pelatih Timnas U-17 Nova Arianto menegaskan fokus utama timnya bukan sekadar taktik, melainkan memperkuat mental dan keberanian para pemain muda menghadapi salah satu tim favorit turnamen.

“Formasi tidak banyak berubah. Yang penting adalah keberanian anak-anak. Melawan Brazil bukan soal siapa yang lebih hebat, tapi seberapa berani kita tampil tanpa takut,” ujar Nova di Aspire Academy, Doha.

Nova menekankan bahwa tim Garuda Muda harus berani tampil lepas dan tidak kalah mental dari pemain Brazil yang dikenal memiliki teknik tinggi. “Harapannya, pemain bisa lebih berani, lebih siap menghadapi Brazil,” tambahnya.

Sementara itu, di kubu lawan, Timnas Brazil U-17 justru memanfaatkan waktu jeda untuk fokus pada pemulihan fisik. Berdasarkan laporan resmi Federasi Sepak Bola Brazil (CBF), para pemain menjalani pijat, pelepasan otot, terapi miofascial, dan sesi pemulihan aktif di pusat kebugaran.

Fisioterapis tim, Augusto Riboldi, menjelaskan bahwa menjaga kondisi fisik menjadi prioritas utama setelah kemenangan besar atas Honduras. “Waktu pemulihan sangat singkat. Karena itu, hidrasi, nutrisi, tidur, dan terapi jadi hal penting untuk menjaga kebugaran,” katanya.

Metode pemulihan tersebut juga dikombinasikan dengan latihan ringan agar kebugaran tetap terjaga. “Kegiatan seperti ini membantu mempercepat pemulihan pemain menjelang laga berikutnya,” ujar pelatih fisik Brazil, Igor Cotrim.

Dari sisi pemain Indonesia, Evandra Florasta menegaskan bahwa timnya sudah berkomitmen untuk segera bangkit dari kekalahan. “Pertandingan melawan Zambia harus segera dilupakan. Kita harus fokus menghadapi Brazil dan memperbaiki semua kekurangan,” tuturnya.

Evandra juga mengakui masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, terutama soal konsentrasi dan agresivitas di lapangan. “Kita belum tampil maksimal. Jadi harus kerja lebih keras dan percaya diri,” ujarnya.

Menurut Evandra, pelatih Nova Arianto mengingatkan para pemain agar tidak hanya bergantung pada taktik, tapi juga membangun mental juara. “Coach bilang, taktik sehebat apapun percuma kalau kita tidak berani dan tidak percaya diri,” tandasnya.

Kini, Timnas Indonesia U-17 menatap laga kontra Brazil dengan tekad baru: bermain lepas, berani, dan belajar dari kekalahan.*

 

 

Halaman:

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polda Sulsel Tindak Penyalahgunaan BBM Subsidi

Selasa, 2 Juni 2026 | 20:25 WIB
X