Jakarta, SUARA PEMBARUAN - 8 Oktober 2025 dan Irak pada 11 Oktober 2025 di Jeddah.
Hanya juara grup yang otomatis lolos ke putaran final, membuat jalan Indonesia kian terjal mengingat peringkat FIFA Arab Saudi dan Irak jauh di atas Garuda. Namun, isu yang menjadi sorotan bukan hanya kekuatan lawan, melainkan juga faktor eksternal di luar lapangan.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai status Arab Saudi sebagai tuan rumah, jadwal yang berubah-ubah, hingga penunjukan wasit asal Kuwait berpotensi menambah tekanan bagi Timnas. Ia mengungkapkan, PSSI sudah melobi AFC dan FIFA agar wasit berasal dari kawasan netral seperti Jepang, China, atau Australia.
Selain itu, PSSI menyiapkan langkah antisipasi mulai dari pengaturan hotel, pengiriman tim pendahulu, hingga memastikan kesiapan pemain Eropa yang datang mepet dengan jadwal laga. “Ini realita yang harus kita hadapi,” tegas Erick.
Sementara itu, pelatih Patrick Kluivert memilih untuk tidak terlalu terfokus pada tekanan eksternal. Baginya, kunci kesuksesan justru terletak pada keseimbangan tim.
Ia menekankan pentingnya menyusun komposisi pemain yang tepat, menjaga mentalitas, serta meningkatkan kemampuan mengendalikan jalannya pertandingan.
“Semua harus jatuh pada tempatnya, seperti puzzle yang saling melengkapi,” ujar mantan striker Barcelona tersebut.
Kluivert menambahkan, rasa percaya diri para pemain Garuda akan menjadi modal penting menghadapi lawan berat. Ia menegaskan, target besar hanya bisa dicapai jika kekuatan, mental, dan konsistensi tim mampu berpadu dengan baik.
Selain faktor teknis, dukungan diaspora Indonesia di Arab Saudi dan Timur Tengah juga diyakini bakal jadi amunisi tambahan.
Ribuan suporter siap memberikan dukungan langsung di stadion, menciptakan atmosfer layaknya kandang sendiri, seperti saat Indonesia menahan imbang Arab Saudi 1-1 di Round 3 tahun lalu.
Meski Indonesia bukan favorit di hadapan raksasa Asia, Kluivert optimistis timnya bisa menyusun setiap bagian puzzle satu per satu, menjadikan Round 4 sebagai panggung pembuktian Garuda di kancah Asia.
Artikel Terkait
Asal Usul Burung Garuda: Dari Sayembara hingga Jadi Lambang Negara di Hari Lahir Pancasila
Mengungkap Fakta Burung Garuda: Simbol Mitologis yang Jadi Lambang Negara Indonesia
Wamen Diktisaintek Jajaki Pendirian Sekolah Garuda di Bengkulu
Wagub Bengkulu : SMA Boarding Garuda Tahun Depan Berdiri di Kabupaten Rejang Lebong
Media Lebanon Soroti Dominasi Pemain Keturunan Belanda di Skuad Garuda Jelang Uji Coba di Surabaya