Media Thailand Sindir Pedas Usai Kalah dari Indonesia U-23: “Piala Dunia Masih Sebatas Mimpi”

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Minggu, 27 Juli 2025 | 09:42 WIB
Potret para pemain muda Timnas Indonesia dan Timnas Thailand dalam ajang Semifinal Piala AFF U-23 2025. (Instagram.com/@timnasindonesia)
Potret para pemain muda Timnas Indonesia dan Timnas Thailand dalam ajang Semifinal Piala AFF U-23 2025. (Instagram.com/@timnasindonesia)

Bangkok, SUARA PEMBARUAN – Kekalahan Timnas Thailand U-23 dari Indonesia dalam laga semifinal Piala AFF U-23 2025 memicu kritik tajam dari media olahraga Negeri Gajah Putih. Setelah kalah lewat drama adu penalti di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat, 25 Juli 2025, media Thailand menyuarakan kekecewaan mereka secara terbuka.

Siamsport, salah satu media olahraga ternama di Thailand, secara gamblang menilai performa tim muda mereka jauh dari harapan. Dalam artikelnya yang terbit Sabtu (26/7), mereka mengulas lima faktor utama penyebab kegagalan skuad muda Thailand. Salah satu sorotan utama adalah strategi pelatih Thawatchai Damrong-Ongtrakul yang dianggap gagal diimplementasikan oleh para pemain.

“Strategi sudah dirancang, namun para pemain tak mampu menjalankannya,” tulis Siamsport.

Permainan lambat dan kurang terorganisir dari lini serang Thailand menjadi bahan kritik utama. Serangan balik dinilai tidak efektif dan tidak memberikan tekanan berarti kepada pertahanan Indonesia yang dikawal Jens Raven dan kawan-kawan.

Kritik juga diarahkan pada pemain muda Seksan Ratree. Dalam pertandingan tersebut, ia disebut tampil di bawah ekspektasi, sering kehilangan bola di momen-momen krusial, dan mengambil keputusan yang tidak matang.

“Seksan tampak tidak percaya diri, terlalu sering memaksakan dribel, dan gagal melihat peluang lebih baik saat mengambil keputusan,” tulis Siamsport.

Penyerang Thailand, Yotsakorn Burapha, yang sempat mencetak gol dalam laga tersebut, juga tak lepas dari sorotan. Meski menyumbang angka, performanya dinilai tidak mencerminkan standar seorang striker timnas.

“Burapha masih jauh dari standar yang dibutuhkan oleh tim nasional Thailand,” tambah media itu.

Dalam ulasan akhirnya, Siamsport menyimpulkan bahwa sepak bola Thailand belum siap bersaing di level Asia. Meskipun liga domestik dianggap lebih tertata dibanding negara ASEAN lain, justru performa tim nasional stagnan dan tidak berkembang.

“Thailand memiliki liga yang lebih mapan, tetapi performa timnas tidak mencerminkan kemajuan itu,” tulis mereka.

Sindiran paling tajam muncul di bagian penutup laporan mereka. Siamsport menyebut bahwa ambisi Thailand untuk menembus Piala Dunia masih terlalu jauh dari kenyataan.

“Mimpi Thailand tampil di Piala Dunia tampaknya masih sebatas retorika manis di atas kertas,” sindir Siamsport dengan nada getir.

Kekalahan ini tak hanya membuat langkah Thailand terhenti di semifinal, tapi juga membuka kembali diskusi publik tentang stagnasi prestasi timnas di kancah internasional. Sementara itu, kemenangan Indonesia justru memperkuat harapan publik akan bangkitnya kekuatan baru sepak bola Asia Tenggara.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Polri Resmi Gelar E-Sport Kapolri Cup 2026

Minggu, 7 Juni 2026 | 17:32 WIB
X