SIG Tanam Ribuan Pohon di Aceh, Pulihkan Lahan Pascatambang dan Lindungi Habitat Satwa Langka

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 20:23 WIB
Karyawan PT Solusi Bangun Andalas melakukan penanaman bibit pohon trembesi di lahan bekas tambang tanah liat Pabrik Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.
Karyawan PT Solusi Bangun Andalas melakukan penanaman bibit pohon trembesi di lahan bekas tambang tanah liat Pabrik Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar.


Jakarta, SUARA PEMBARUAN — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan praktik pertambangan yang berkelanjutan.

Melalui anak perusahaannya, PT Solusi Bangun Andalas yang beroperasi di Lhoknga, Aceh Besar, SIG telah melakukan reklamasi lahan pascatambang seluas 32,43 hektare hingga pertengahan 2025, dengan menanam sebanyak 13.424 batang pohon sebagai bagian dari upaya restorasi lingkungan dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Lahan yang sebelumnya merupakan area tambang tersebut kini telah diubah menjadi kawasan konservasi yang tidak hanya menjadi rumah bagi beragam jenis tumbuhan, tetapi juga berfungsi sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen. Sebanyak sembilan jenis pohon ditanam karena kemampuannya dalam menyerap gas rumah kaca (GRK), antara lain trembesi, sengon, jati, cemara, mahoni daun kecil, pulai, rambutan, pinang, dan mangga.

Upaya pelestarian tak hanya menyasar flora, namun juga berdampak pada fauna. Kawasan pascatambang kini menjadi habitat alami bagi 26 jenis satwa liar, terdiri dari 21 spesies mamalia, empat jenis burung, dan satu reptil. Beberapa di antaranya merupakan satwa yang tergolong penting dan dilindungi, seperti harimau Sumatra, trenggiling peusing, kucing emas, kijang muncak, lutung kelabu, dan linsang.

Tak hanya di daratan, SIG melalui PT Solusi Bangun Andalas juga menanam 4.950 batang mangrove di pesisir Sungai Krueng Raba, Desa Lampaya, dengan luasan sekitar 1,25 hektare. Kegiatan ini dilakukan bersama kelompok masyarakat lokal dan LSM lingkungan. Mangrove dipilih karena efektivitasnya dalam menyerap emisi karbon serta kemampuannya dalam menjaga ekosistem pesisir.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa langkah reklamasi dan revegetasi ini merupakan bagian dari peta jalan keberlanjutan SIG menuju 2030. Ia menyebut pelestarian keanekaragaman hayati sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung kehidupan manusia dalam jangka panjang.

“SIG sangat mengapresiasi inisiatif PT Solusi Bangun Andalas dalam mengelola lahan pascatambang secara berkelanjutan. Upaya ini juga telah membuahkan hasil dengan diraihnya PROPER Emas 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup,” ujar Vita.

Lebih lanjut, Vita memaparkan bahwa hingga akhir 2024, SIG telah mereklamasi total 507,91 hektare lahan pascatambang yang tersebar di berbagai wilayah operasional anak usaha, termasuk di Pabrik Tuban, Rembang, Padang, Tonasa, Narogong, Cilacap, dan Baturaja.

“Reklamasi bukan sekadar pemulihan lahan, tapi juga bentuk nyata tanggung jawab kami terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa dampak positif dari kegiatan industri ini bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tutup Vita Mahreyni.

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X