Semarang, SUARA PEMBARUAN – Sebanyak 267 jamaah haji dari biro perjalanan Fatimah Zahra telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Kloter ketiga yang merupakan kloter terakhir dari biro ini berangkat tepat pada tanggal 4 Zulhijjah, yang menjadi hari terakhir penerimaan jamaah haji di Arab Saudi.
Namun di tengah kabar gembira keberangkatan, terdapat pula kabar pilu: sebanyak 37 calon jamaah haji jalur Furoda gagal diberangkatkan karena visa tak kunjung keluar hingga batas akhir.
Salah satu jamaah yang turut serta dalam rombongan adalah Rudi Siswanto, warga Semarang yang berangkat bersama istri, anak, adik, dan iparnya.
“Alhamdulillah, akhirnya kami bisa berangkat juga. Sudah lama menunggu, dolarnya sudah lebih dari Rp20 juta,” kata Rudi kepada wartawan sesaat sebelum keberangkatan, dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sabtu (31/5/2025).
“Yang penting bisa ibadah, fasilitasnya insya Allah bagus,” tambahnya.
Firdaus Muhammad Adam, General Manager Fatimah Zahra, mengungkapkan bahwa 267 jamaah yang diberangkatkan terdiri dari peserta haji kuota resmi.
Ia memastikan keberangkatan mereka berjalan lancar karena dokumen dan visa sudah lengkap sejak satu bulan sebelumnya. Namun, nasib berbeda menimpa calon jamaah jalur Furoda.
“Qadarullah, sampai pagi ini visa Furoda tidak keluar. Padahal kami berharap last minute bisa keluar, bahkan sampai kami hitung waktu subuh. Tapi kenyataannya, tidak ada satu pun visa yang berhasil keluar,” ujar Firdaus.
Fatimah Zahra mencatat kerugian hampir Rp5 miliar akibat gagalnya keberangkatan 37 jamaah Furoda. Kerugian tersebut berasal dari pembayaran tiket pesawat, hotel, hingga transportasi yang telah dibayarkan penuh namun tidak bisa dikembalikan.
“Maskapai Qatar tidak mengembalikan uang karena kami sudah booking untuk tanggal 28. Hotel pun tidak bisa dikonversi menjadi deposit atau dana kembali. Hampir semua sektor—90 persen—tidak bisa diselamatkan,” jelas Firdaus.
Meski begitu, pihak biro menjamin tidak akan membebankan kerugian ini kepada jamaah.
“Kami kembalikan dana mereka 100 persen tanpa potongan. Atau jika mau, bisa dialihkan ke haji khusus atau ke program umrah,” katanya.
Ia menyebut sudah ada 10 orang yang memilih opsi umrah pasca musim haji.
Artikel Terkait
Arab Saudi Tindak Tegas Haji Tanpa Izin: Denda Ratusan Juta hingga Deportasi dan Larangan Masuk 10 Tahun
Saudi Gunakan Drone dan Teknologi Canggih Awasi Calon Haji Ilegal
Indosat Layani Ribuan Jemaah Haji Lewat Booth 24 Jam di Embarkasi Solo dan Surabaya
Nuansa Kampung Halaman Hadir di Arafah dan Mina, Tenda Jemaah Haji Didesain Nyaman dan Estetik
Kurangi Kepadatan di Mina, Kemenag Terapkan Skema Tanazul untuk Jemaah Haji