Keracunan Massal di Klaten, Polres Periksa Sampel Makanan dan Saksi

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Rabu, 16 April 2025 | 10:56 WIB
Polres Klaten merawat para warga yang keracunan ke rumah sakit.
Polres Klaten merawat para warga yang keracunan ke rumah sakit.


Klaten, SUARA PEMBARUANPolres Klaten menangani kasus dugaan keracunan massal yang terjadi di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten. Insiden usai kegiatan halal bihalal pada Sabtu (12/04/2025) malam itu mengakibatkan 133 warga mengalami gejala muntah, diare, dan demam, serta satu korban meninggal dunia.Baca Juga: Bupati Bengkulu Tengah Miris, Temukan Siswa Kelas V Tidak Bisa Baca

“Begitu menerima laporan, bersama stake holder terkait kami langsung terjunkan tim untuk melakukan pertolongan awal, evakuasi medis, dan pengumpulan keterangan dari warga serta panitia,” ungkap Kasihumas Polres Klaten AKP Nyoto., Selasa (15/04/2025).

Sebanyak 48 orang dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain RS Bagas Waras, RSST, RS Cakra Husada, RS Bhayangkara, dan Puskesmas Gantiwarno. Sementara puluhan lainnya mendapatkan penanganan di Pos KLB yang didirikan di lokasi kejadian.Baca Juga: Pemkot Bengkulu dan PLN Jalin Kerja Sama Penarikan PBJT

Satu warga atas nama S, warga Dukuh Kwagean, meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif.

Polres Klaten bersama tim gabungan dari Dinas Kesehatan, BPBD, dan relawan terus melakukan penyisiran data, pengambilan sampel makanan, dan pendalaman keterangan dari saksi maupun panitia acara. Pemeriksaan sampel makanan sedang dilakukan di laboratorium untuk memastikan penyebab utama.Baca Juga: Umat Kristen di Seluruh Dunia Rayakan Misteri Penebusan

“Penyelidikan menyeluruh masih di lakukan. Fokus kami saat ini adalah bagaimana korban mendapatkan layanan medis serta mengungkap sumber keracunan secara transparan dan ilmiah,” lanjut AKP Nyoto.

Peristiwa ini berawal dari kegiatan halal bihalal trah keluarga yang digelar Sabtu malam di Dukuh Bendungan, Desa Karangturi. Acara yang berlangsung dari pukul 20.00 WIB hingga 03.00 WIB itu dihadiri sekitar 200 warga dan menyajikan aneka makanan ringan serta nasi kotak. Gejala keracunan mulai dirasakan warga keesokan harinya, Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WIB.Baca Juga: 495 UMKM Naik Kelas dan Serap 1.869 Tenaga Kerja Berkat Pendampingan Rumah BUMN Rembang

Polres Klaten memastikan seluruh korban mendapat penanganan terbaik. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan demi menjamin keselamatan warga dan mencegah insiden serupa terulang.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X