Bupati Bengkulu Tengah Miris, Temukan Siswa Kelas V Tidak Bisa Baca

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Rabu, 16 April 2025 | 10:17 WIB
Bupati dan Wabup Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto-Tarmizi melakukan sidak ke beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di daerah ini.(Foto/MC Pemkab Benteng)
Bupati dan Wabup Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto-Tarmizi melakukan sidak ke beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di daerah ini.(Foto/MC Pemkab Benteng)

Bengkulu, SUARAPEMBARUAN-Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto menyatakan miris dan kaget atas temuannya ada beberapa siswa kelas V belum bisa membaca dalam Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah Sekolah Dasar (SD) di daerahnya beberapa waktu lalu.

"Saya menemukan ada beberapa siswa kelas V SD belum bisa membaca. Kondisi ini sangat miris. Padahal belum seluruh SD saya datangi, kalau saya cek semua bisa saja jumlahnya bertambah," cerita Rachmat Riyanto, Rabu (16/4/2025).

Ia menugaskan para kepala sekolah untuk melakukan cek terhadap seluruh siswa di Kabupaten Bengkulu Tengah terkait kemampuan baca tulis. Lebih tegas ia tekankan akan memberi sanksi para kepala sekolah bila ada siswa SD tamat masuk SMP ditemukan masih ada yang tidak bisa membaca.

Baca Juga: 30 Persen Gedung SD dan SMP di Bengkulu Tengah Rusak, Perbaikanya Bupati Siap Berutang

"Saya ingatkan kepala sekolah, guru untuk bertanggungjawab pada siswa-siswa untuk mampu membaca dan menulis. Ini tugas dasar," sebutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Kabupaten Bengkulu Tengah, Tomi Marisi membenarkan bahwa masih ada siswa SD di daerah itu belum bisa membaca padahal sudah duduk di kelas V.

"Kami menemukan ada siswa belum bisa membaca dan menulis padahal sudah duduk di kelas V. Atas temuan ini saya menekankan pada kepala sekolah, guru untuk bertanggungjawab," jelasnya. 

Baca Juga: Bupati Bengkulu Tengah Siapkan Mobil Dinas Innova Zenix Untuk Layani Pernikahan Warganya

Lebih lanjut dikatakan Tomi, ia mengingatkan para sekolah akan sanksi tegas apabila ada siswa SD lulus melanjutkan ke SMP ditemukan tidak bisa membaca.

"Ke depan setiap penerimaan siswa baru SMP calon siswa SMP akan dites baca tulis, apabila ditemukan ada yang tak bisa baca maka kepala sekolah SD asal akan kami berikan sanksi tegas," ujarnya.

Tomi Marisi mengungkapkan ada banyak penyebab masih ada sisiwa SD kelas V tidak bisa membaca. Penyebab paling utama yakni kurangnya bimbingan orangtua.

Baca Juga: Pemkab Bengkulu Tengah Targetkan Perbaikan Bangunan Sekolah Rusak Tuntas Tahun 2025, Bupati dan Wabup Siap Tak Gajian

"Banyak orangtua siswa kami itu bekerjanya di kebun jarang pulang ke rumah. Orangtua bermalam di kebun pulang setiap sabtu, jadi bimbingan terhadap anak untuk belajar nyaris tidak ada," beber Tomi.

Selanjutnya, Tomi menungkap ada guru di Kabupaten Bengkulu Tengah berdomisili di Kota Bengkulu saat tiba di sekolah sudah siang, murid-murid jadi terbengkalai. Guru mengajar kurang fokus.

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X