30 Persen Gedung SD dan SMP di Bengkulu Tengah Rusak, Perbaikanya Bupati Siap Berutang

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Selasa, 15 April 2025 | 12:20 WIB
Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto-Tarmizi meninjau salah satu sekolah SDN mengalami kerusakan untuk segera dilakukan perbaikan pada tahun 2025.(Foto/MC Pemkab Benteng)
Bupati dan Wakil Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto-Tarmizi meninjau salah satu sekolah SDN mengalami kerusakan untuk segera dilakukan perbaikan pada tahun 2025.(Foto/MC Pemkab Benteng)

Benteng- Bupati Bengkulu Tengah, Rachmat Riyanto mengungkapkan sebanyak 30 persen gedung sekolah SDN dan SMPN di wilayahnya dewasa ini mengalami kerusakan sedang dan berat.

Secara tegas, Rachmat Riyanto berkomitmen segera melakukan memperbaikan seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dengan berbagai cara yang ditempuh, termasuk menggunakan skema utang.

Namun, Bupati Rachmat tidak merinci jumlah total sekolah SD dan SMP yang mengalami kerusakan di Bengkulu Tengah kecuali untuk SDN sebanyak 32 sekolah.

'Baca Juga: Bupati Bengkulu Tengah Siapkan Mobil Dinas Innova Zenix Untuk Layani Pernikahan Warganya

"Yang jelas, ada 30 persen ruang kelas sekolah di Bengkulu Tengah rusak, seluruh anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dioptimalkan. Bila kurang maka kami akan gunakan skema berutang di tengah efisiensi anggaran saat ini," kata Rachmat Riyanto, di Bengkulu Tengah, Selasa (15/4/2025).

Skema berutang saat ini menjadi pertimbangan bupati bila anggaran yang diperlukan tidak mencukupi. Saat ini menurut bupati harus ditumbuhkan semangat optimisme meski di tengah efisiensi, maka kebutuhan dasar pendidikan harus terpenuhi termasuk pendidikan walau harus berutang.

"Meski harus berutang maka kita berutang itu konsekuensi sebagai bupati. Saya sudah bicara dengan bagian keuangan untuk mencari sistemnya. Kan ada pihak-pihak yang akan kasih utang kan itu intinya," ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Bengkulu Tengah Targetkan Perbaikan Bangunan Sekolah Rusak Tuntas Tahun 2025, Bupati dan Wabup Siap Tak Gajian

Pendidikan menjadi target prioritas Bupati Rachmat. Ia mengeluhkan dalam beberapa kunjungan di sekolah pedalaman, ia menemukan ada siswa kelas V yang belum membaca karena berbagai penyebab, termasuk fasilitas pendidika yang minim.

"Saya risau dan sedih menemukan siswa SD kelas V belum bisa membaca. Memang jumlahnya tidak banyak, tapi hal ini merisaukan saya selaku bupati," keluhnya.(*)

 

 

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

UGM Raih Pendanaan Riset PKM Terbanyak Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 | 19:42 WIB
X