Dampak Pelabuhan Pulau Baai Dangkal, Ribuan Masyarakat Adat Pulau Enggano, Bengkulu Terisolasi

Photo Author
Usmin., Suara Pembaruan
- Rabu, 9 April 2025 | 17:19 WIB

Baca Juga: Prabowo Minta Kuota Impor Tak Diskriminatif dan Hanya Untungkan Segelintir Orang

Termasuk, kini ada beberapa siswa yang sedianya hendak mengikuti tes Paskibraka pada tanggal 14 April 2025 mendatang, juga terancam gagal untuk mengikuti ujian.

"Saya mestinya tanggal 8 April ini masuk kuliah untuk menyelesaikan skripsi. Kini, jadi tidak bisa berangkat ke Bengkulu. Mohonlah bantuannya ke pemerintah agar dicarikan solusi ada kapal laut berlayar ke Enggano dalam waktu dekat," harap Sonia Agustin, mahasiswi Politeknik Kesehatan Bengkulu.

Pemprov Bertindak Cepat

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Wilayah AMAN Bengkulu Fahmi Arisandi mengatakan, agar ada tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk menyiasati kondisi transportasi di Pulau Enggano.

Ketersediaan kapal angkut yang minim dan belum mencukupi kebutuhan penumpang serta belum penuhnya jasa penerbangan di Pulau Enggano, sudah menjadi masalah pelik sejak 10 tahun ini bagi masyarakat adat dan penduduk di Pulau Enggano.

Menurutnya, pengerukan alur untuk pelabuhan Pulau Baai yang kini sedang dikerjakan oleh pemerintah seharusnya harus didukung dengan upaya mitigasi bagi kelangsungan hidup masyarakat adat yang ada di Pulau Enggano.

Baca Juga: Pemprov Bengkulu Anggarkan Dana Perbaikan Infrastruktur Jalan Rp 600 Miliar

“Idealnya, ditengah tidak ada kepastian kapan jadwal selesainya pengerukan alur di Pelabuhan Pulau Baai yang berakibat pada berhentinya aktivitas kapal ke Pulau Enggano, pemerintah harus pikirkan rencana mitigasi.

Sebab, kalau hal tersebut tidak dilakukan akan mengancam kelangsungan hidup masyarakat adat Pulau Enggano, yang kita semua tahu bahwa untuk kebutuhan bahan pokok, pasokan BBM, pengiriman hasil panen, layanan pendidikan dan kesehatan mereka masih mengandalkan pada layanan transportasi kapal.

Baca Juga: Gusril Pausi Sangat Layak Pimpin Partai Golkar Provinsi Bengkulu Gantikan Rohidin Mersyah

"Karena itu, kami ingatkan. Bahwa saat ini ada ribuan orang di Enggano terancam hidup darurat. Jangan sepelekan keluhan mereka," kata Fahmi. Sebelumnya, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan menyebutkan kegiatan pengerukan alur pelabuhan Pulau Baai saat ini masih dikerjakan oleh Pelindo.

"Pengerjaan pengerukan alur sedang dikerjakan kami sudah meminta Pelindo mempercepat pengerukan alur karena kewenangan pengerukan berada di Pelindo," demikian Helmi.(*)

 

 

Halaman:

Editor: Usmin.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X