Jakarta, SUARA PEMBARUAN - Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan kuota impor komoditas atau bahan baku tidak boleh diskriminatif dan hanya menguntungkan segelintir perusahaan-perusahaan besar.Baca Juga: ASN Pemkot Bengkulu Berprestasi Dijanjikan Wali Kota Umroh dan Karier Bagus
"Bikin kuota-kuota, abis itu perusahaan A, B, C, D yang hanya ditunjuk. Hanya dia boleh impor, enak saja," ujarnya dalam sarasehan ekonomi bersama presiden RI, Jakarta, Selasa (8/4).
Prabowo menginstruksikan jajaran di pemerintahan untuk menghilangkan mekanisme kuota impor yang menghambat neraca perdagangan. Hal ini merespons aspirasi dari para pengusaha yang tergabung di Apindo yang ingin menyeimbangkan neraca perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) menyusul tarif resiprokal AS yang ditetapkan Presiden Donald Trump.Baca Juga: Pembangunan Masjid Agung Bengkulu Tengah Tahap Pertama Dianggarkan Rp 4,8 Miliar
“Waktu Pak Menko memanggil kami semua untuk bagaimana kita mengantisipasi dampak dari tarif resiprokal AS, kami langsung hubungi mitra kami di AS untuk melihat. Karena AS itu jelas mau melihat bagaimana menurunkan defisit. Berapa yang kamu bisa impor dan kapan? ini adalah salah satu tugas kami. Ada kapas, jagung,” jelas Shinta Kamdani, Ketum Apindo.Baca Juga: Pemprov Jateng Tata Ulang OPD untuk Maksimalkan Pelayanan Masyarakat
“Kami mohon ini bisa diimpor langsung industri dan bukan pihak ketiga. Ini bisa langsung potong permasalahan,” lanjutnya.*
Artikel Terkait
3 Kasus Mega Korupsi di Tanah Air: Dari Harvey Moeis Hingga Terbaru Skandal Impor Minyak Mentah
Menteri Bahlil Soroti Kasus Dugaan Pertamax Oplosan: Perbaiki Perizinan Impor BBM!
Sidang Kasus Impor Gula: Tom Lembong Tunjuk Koperasi TNI-Polri untuk Kendalikan Harga Gula di Pasar Domestik
Kebijakan Tarif Impor Trump 32 Persen Tak Akan Berefek Besar Bagi Indonesia
IHSG BEI Hari Ini Melemah 9,16 Persen, Pengamat Sebut 50 Negara Siap Nego Imbas Dampak Tarif Impor AS