Atasi Masalah Sampah, Replikasi TPST Jeruklegi Mulai Diakselerasi pada 2026

Photo Author
Stefy Thenu, Suara Pembaruan
- Kamis, 13 Maret 2025 | 17:25 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat meninjau TPST Jeruklegi.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat meninjau TPST Jeruklegi.

Cilacap, SUARA PEMBARUAN - Permasalahan sampah menjadi salah satu perhatian Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Untuk itu, Ia ingin mengatasi masalah itu dengan memperbanyak tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).Baca Juga: Sidak Pasar Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok Masih Wajar

Salah satu caranya adalah mereplikasi contoh TPST Refused Derived Fuel (RDF) yang ada di Jeruklegi, Kabupaten Cilacap ke daerah-daerah lain.

Ahmad Luthfi menyatakan, TPST RDF yang ada di Jeruklegi ini merupakan role model bagus yang bisa direplikasi di daerah-daerah lain.Baca Juga: Gandeng Influencer Edukasi Publik, Kepala BPOM Taruna Ikrar akan Mengesahkan Aturan Baru

"Ini role model yang sangat bagus sekali. Ini saja kalau kita maksimalkan, baru bisa mengatasi 700 ton sampah," kata Ahmad Luthfi saat mengunjungi TPST RDF Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Kamis, 13 Maret 2025.

Rencananya, lanjut Luthfi, Replikasi TPST RDF Jeruklegi akan dilakukan di Kabupaten Magelang. Tepatnya di Desa Gandusari, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang dengan luas tapak TPST kurang lebih 13,5 hektare.Baca Juga: Rusdi Hartono Kembali ke Sulsel Jadi Kapolda

"Kita coba siapkan di wilayah Magelang. Doakan tahun depan bisa kita akselerasi, sehingga ke depan terkait penertiban sampah yang menjadi kewenangan provinsi bisa kita atasi," katanya.

Untuk diketahui, TPST RDF Jeruklegi dibangun pada tahun 2017 dan diujicoba pada tahun 2018. Anggaran pembangunan TPST RDF Jeruklegi menggunakan sistem sharing antara Kementerian PUPR, Pemerintah Denmark, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemkab Cilacap.Baca Juga: Safari Ramadan, Wagub Bengkulu Serahkan Bantuan Mobil Ambulan Untuk Rakyat Kaur

Pengolahan sampah RDF dapat menghasilkan sumber energi terbarukan pengganti batubara. Hasil olahan TPST RDF Jeruklegi dibeli oleh PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) sebagai bahan bakar alternatif tungku pabrik semen.

"Ini memang harus ada pemeliharaan, terima kasih SBI sudah bekerja sama. Nanti yang di Magelang juga akan kita gunakan (model) sama," ujarnya.Baca Juga: Hadiri Pasar Murah, Wali Kota Bengkulu Hadiahkan Sembako Untuk Warga Berulang Tahun

Luthfi menegaskan, selain sistem RDF seperti yang ada di TPST Jeruklegi, masih banyak metode lain yang dapat diaplikasikan. Hasil pengolahannya juga bisa dipakai untuk kebutuhan-kebutuhan lain selain terkait semen.*

Editor: Stefy Thenu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DMI Kerja Sama Dewan Imam Nasional Australia

Rabu, 15 Juli 2026 | 13:56 WIB
X